
Unit toilet prefabrikasi berpendingin saat masih berada di Tsuru, Prefektur Yamanashi, pada 15 Mei 2026, sebelum dipasang di lokasi proyek konstruksi di Tokyo oleh Daito Trust Construction Co. (Kyodo)
JawaPos.com - Gelombang panas yang semakin ekstrem di Jepang mendorong banyak perusahaan mengubah pola kerja untuk melindungi para pekerjanya. Berbagai langkah diterapkan, mulai dari memasang toilet berpendingin di lokasi proyek hingga memangkas jam kerja selama musim panas.
Seperti dilansir Kyodo, Sabtu (1/8), pemerintah Jepang sejak Juni tahun lalu mewajibkan pelaku usaha menerapkan langkah efektif untuk mencegah penyakit akibat paparan panas. Perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban tersebut dapat dikenai sanksi.
Salah satu perusahaan yang mengambil langkah itu adalah Daito Trust Construction Co. Hingga pertengahan Juli, perusahaan tersebut telah memasang toilet modular berpendingin di dua lokasi proyek konstruksi di Tokyo.
Toilet tersebut dilengkapi sistem ventilasi, semprotan kabut pendingin, panel surya, serta lapisan antibakteri. Perusahaan juga memastikan fasilitas itu tetap bersih, seiring meningkatnya jumlah pengawas lapangan perempuan.
Pada tahun fiskal yang berakhir Maret mendatang, Daito Trust mengalokasikan sekitar 150 juta yen atau sekitar Rp 16,65 miliar (kurs 1 JPY = Rp 111) untuk berbagai upaya pencegahan penyakit akibat cuaca panas.
Perusahaan konstruksi besar lainnya, Obayashi Corp., juga memangkas jam kerja di proyek selama Juli dan Agustus. Jika sebelumnya pekerjaan berlangsung pukul 08.00 hingga 17.00, kini diubah menjadi pukul 07.00 hingga 13.00.
"Kami memutuskan bahwa mengurangi risiko penyakit akibat panas jauh lebih penting," ujar seorang pejabat perusahaan. Obayashi menyatakan jam kerja akan ditambah ketika suhu lebih rendah atau jika proyek diperkirakan terlambat dari jadwal.
Langkah serupa juga dilakukan perusahaan lain. Imabari Shipbuilding Co. mengembangkan pakaian dalam khusus yang terasa lebih dingin saat pekerja berkeringat, sementara perusahaan layanan pesan-antar Demae-can Co. mulai membagikan kupon minuman kepada para kurir sejak Juli.
Data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menunjukkan dampak cuaca panas terus meningkat. Sepanjang 2025, sebanyak 1.803 orang meninggal dunia akibat heatstroke atau harus absen bekerja sedikitnya empat hari karena kelelahan akibat panas, menjadi angka tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2005.
Sektor manufaktur mencatat jumlah kasus terbanyak, yakni 365 pekerja. Posisi berikutnya ditempati sektor konstruksi dengan 292 pekerja terdampak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022