Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Juli 2026 | 20.38 WIB

Jepang Mulai Pulihkan Industri usai Gempa Kumamoto, Ribuan Warga Masih di Pengungsian

Gempa M 7,1 melanda Kumamoto, Jepang. Korban jiwa sedikitnya 18 orang. (Istimewa) - Image

Gempa M 7,1 melanda Kumamoto, Jepang. Korban jiwa sedikitnya 18 orang. (Istimewa)

JawaPos.com – Lebih dari 9.000 warga masih bertahan di pusat-pusat pengungsian hingga Jumat (31/7), tiga hari setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Jepang barat daya. Di saat yang sama, ribuan rumah masih mengalami gangguan pasokan air dan listrik.

Seperti dilansir Kyodo, Jumat (31/7), seluruh operasi pencarian dan penyelamatan yang diajukan di Prefektur Kumamoto telah selesai dilaksanakan. Pengecualian hanya berlaku di Aeon Mall di Kota Kashima, lokasi ledakan yang terjadi setelah gempa dan masih menjadi fokus pencarian korban.

Sekitar 230 personel gabungan kepolisian dari Prefektur Hyogo, Osaka, dan Tokyo masih melakukan penyisiran di pusat perbelanjaan tersebut. Tim gabungan berupaya memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di dalam reruntuhan bangunan.

Di tengah proses pemulihan, sejumlah perusahaan mulai menyusun langkah untuk menghidupkan kembali operasional mereka. Sony Semiconductor Manufacturing Corp., anak perusahaan Sony Group Corp., mengumumkan rencana memulai kembali produksi secara bertahap di pabriknya di Kota Kikuyo mulai Selasa pekan depan.

Perusahaan berharap dapat memulihkan operasional pabrik sepenuhnya pada pertengahan Agustus. Sebelumnya, kegiatan produksi dihentikan setelah gempa mengguncang wilayah Kumamoto.

Sementara itu, Toyota Motor Kyushu Inc. memutuskan memperpanjang penghentian operasional di tiga pabriknya hingga Rabu mendatang. Keputusan tersebut diambil karena perusahaan masih melakukan pemeriksaan keselamatan, mengevaluasi kondisi logistik, serta menunggu kesiapan para pemasok.

Pemerintah Prefektur Kumamoto melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa telah meningkat menjadi 35 orang hingga Jumat. Selain itu, enam orang lainnya masih berada dalam kondisi kritis.

Dari total korban meninggal, sembilan orang berasal dari pabrik milik Nippon Paper Industries Co. di Kota Yatsushiro. Sementara tujuh korban lainnya meninggal akibat insiden di pusat perbelanjaan Aeon Mall yang mengalami ledakan dan runtuh setelah gempa.

Gangguan layanan dasar juga masih dirasakan masyarakat. Hingga Jumat pagi, sekitar 80.000 rumah tangga di Prefektur Kumamoto belum mendapatkan pasokan air bersih.

Selain itu, sekitar 4.500 rumah di Kota Uki, Kota Yatsushiro, dan Kota Hikawa masih mengalami pemadaman listrik. Perusahaan utilitas terus melakukan perbaikan jaringan yang rusak akibat guncangan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore