
Ilustrasi bendera Iran, di tengah gencatan senjata antara AS dan Iran, di Teheran, Iran, 27 April 2026. (via Reuters)
JawaPos.com - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus meningkat. Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman baru kepada Teheran dengan menyatakan bahwa setiap serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz akan dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur sipil Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik di ibu kota Teheran.
Pernyataan tersebut langsung memicu respons keras dari Iran. Seorang pejabat militer Iran memperingatkan bahwa negaranya siap membalas dengan menyerang infrastruktur strategis di kawasan, termasuk fasilitas energi yang terkait dengan kepentingan Amerika Serikat.
Eskalasi ini memperbesar kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting bagi perdagangan minyak dunia.
Baca Juga:Tentaranya Tewas karena Serangan Iran, Donald Trump Cari Kambing Hitam dan Salahkan Yordania
Trump menyampaikan ancaman itu melalui media sosial pada Rabu (22/7). Ia menegaskan bahwa jika kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz diserang, Washington tidak akan ragu menargetkan fasilitas sipil Iran sebagai balasan.
Di sisi lain, Kantor Berita Tasnim yang berafiliasi dengan Iran mengutip seorang pejabat militer yang menegaskan bahwa ancaman tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
"Iran akan membalas dengan menargetkan infrastruktur dan jembatan di seluruh kawasan, termasuk fasilitas energi yang berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat," kata pejabat tersebut.
Perselisihan Program Nuklir Memperkeruh Situasi
Selain ketegangan di Selat Hormuz, perseteruan mengenai program nuklir Iran juga kembali menjadi sorotan.
Laporan The Wall Street Journal, yang mengutip pejabat intelijen Israel dan AS, menyebut Iran diyakini telah memindahkan ribuan sentrifugal pengayaan uranium ke jaringan terowongan jauh di bawah pegunungan di Iran tengah. Lokasi tersebut berada di Gunung Kolang atau dikenal juga sebagai Pickaxe Mountain.
Menurut laporan itu, pemindahan dilakukan setelah serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran pada tahun lalu. Trump bahkan disebut telah mengancam akan melancarkan serangan besar ke kawasan pegunungan tersebut dalam waktu dekat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022