Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 12.17 WIB

Tak Ingin Damai, Netanyahu Terus Provokasi AS Lanjutkan Perang dengan Iran Pakai Dalih Nuklir 

Perdana Menterj Israel Benjamin Netanyahu. (Jamaica Observer) - Image

Perdana Menterj Israel Benjamin Netanyahu. (Jamaica Observer)

JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus memprovokasi Amerika Serikat agar mempertahankan tekanan dan perang terhadap Iran dengan alasan ancaman program nuklir Teheran belum benar-benar berakhir.

Meski mengklaim operasi militer gabungan Israel-AS telah melumpuhkan kemampuan nuklir Iran, Netanyahu menegaskan dunia harus terus mengawasi dan mencegah Teheran membangun kembali program tersebut.

Pernyataan itu muncul ketika Presiden AS Donald Trump memutuskan menghentikan sementara serangan terhadap Iran untuk memberi ruang bagi jalur diplomasi. Sikap Netanyahu dinilai memperlihatkan upaya Israel menjaga keterlibatan Washington dalam konflik dengan dalih ancaman nuklir Iran masih menjadi risiko serius.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu, Netanyahu mengklaim serangan bersama Israel dan Amerika Serikat telah memberikan pukulan besar terhadap program nuklir Iran.

"Kami menyingkirkan 20 ilmuwan nuklir utama mereka dalam dua operasi yang kami lakukan dengan Amerika Serikat," kata Netanyahu.

Menurutnya, operasi tersebut membuat ambisi nuklir Iran mengalami kemunduran selama beberapa tahun.

Netanyahu mengatakan kemampuan nuklir Teheran memang telah melemah secara signifikan, tetapi komunitas internasional tidak boleh lengah. Ia menilai pengawasan ketat harus terus dilakukan agar Iran tidak memiliki kesempatan membangun kembali infrastruktur nuklirnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu alasan yang terus disampaikan pemerintah Israel untuk mempertahankan tekanan terhadap Iran, meski Washington mulai membuka ruang bagi penyelesaian melalui diplomasi.

Selain menyoroti isu nuklir, Netanyahu juga kembali melontarkan peringatan keras kepada Teheran. Ia menegaskan Israel akan memberikan respons besar apabila Iran kembali melancarkan serangan secara langsung maupun melalui kelompok-kelompok yang didukungnya di kawasan.

"Responsnya akan sangat, sangat kuat," ujar Netanyahu.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore