Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Juli 2026 | 06.15 WIB

Iran Gempur Pangkalan AS di Timur Tengah, Qatar hingga Yordania Siaga

Sebuah gambar diam dari video handout yang dirilis pada 14 Juli 2026 dikatakan menunjukkan sebuah drone diluncurkan oleh Iran dari lokasi yang tidak diketahui untuk menyerang posisi AS di pangkalan Azraq di Yordania. (File: Reuters) - Image

Sebuah gambar diam dari video handout yang dirilis pada 14 Juli 2026 dikatakan menunjukkan sebuah drone diluncurkan oleh Iran dari lokasi yang tidak diketahui untuk menyerang posisi AS di pangkalan Azraq di Yordania. (File: Reuters)

JawaPos.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin meluas setelah Teheran melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah negara di kawasan Teluk dan Timur Tengah pada Jumat (17/7) dini hari.

Serangan tersebut menyasar fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di Bahrain, Kuwait, Oman, Suriah, hingga Qatar sebagai balasan atas gelombang serangan udara Washington ke wilayah Iran.

Aksi saling serang ini memicu status siaga di sejumlah negara, termasuk Qatar, Yordania, dan Irak, serta meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik AS-Iran akan berkembang menjadi perang regional yang mengancam jalur perdagangan global dan stabilitas ekonomi dunia.

Di saat yang sama, Amerika Serikat juga meningkatkan operasi militernya terhadap Iran. Serangan udara terbaru dilaporkan menyasar infrastruktur sipil di wilayah selatan Iran, termasuk jaringan telekomunikasi, sistem perkeretaapian, hingga Jembatan Bandar-e Khamir di Provinsi Hormozgan.

Media lokal Iran melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas akibat serangan tersebut.

Iran Klaim Sasar Fasilitas Militer AS di Sejumlah Negara

Pemerintah Iran menegaskan serangan yang dilakukan bukan ditujukan kepada negara-negara Teluk, melainkan fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di wilayah mereka.

Menurut Teheran, pangkalan-pangkalan AS tersebut telah digunakan sebagai titik peluncuran serangan udara terhadap Iran sehingga menjadi target yang sah dalam operasi balasan.

Di Qatar, yang menjadi lokasi salah satu pangkalan militer terbesar AS di kawasan, ledakan keras terdengar di beberapa wilayah ibu kota Doha pada Jumat dini hari.

Sirene peringatan berbunyi dan warga menerima notifikasi darurat melalui telepon seluler. Pemerintah Qatar sempat menaikkan tingkat ancaman keamanan sebelum akhirnya menyatakan situasi kembali normal setelah ancaman berhasil diatasi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore