
Ilustrasi Keiko Fujimori dan ayahnya Alberto Fujimori. (De Último Minuto)
JawaPos.com - Keiko Fujimori resmi ditetapkan sebagai Presiden Peru terpilih setelah memenangkan putaran kedua pemilihan presiden pada 7 Juni dengan selisih suara yang sangat tipis atas kandidat sayap kiri Roberto Sanchez.
Keiko Fujimori sendiri membuat sejarah dengan menjadi perempuan pertama yang terpilih sebagai presiden Peru.
Politikus 51 tahun itu dijadwalkan dilantik pada 28 Juli mendatang, menggantikan presiden sementara Jose Maria Balcazar.
Usai menerima surat mandat sebagai presiden dari otoritas pemilu di Lima, Fujimori langsung menyerukan persatuan nasional.
Ia mengajak seluruh kekuatan politik, lembaga negara, hingga serikat pekerja untuk mengakhiri polarisasi yang selama ini membelah Peru.
"Rekonsiliasi nasional tidak berarti melupakan perbedaan kita; itu berarti belajar untuk membangun apa yang menyatukan kita," kata Fujimori.
Ia menambahkan bahwa tidak ada pemerintahan yang mampu membawa Peru maju jika terus mempertahankan perpecahan politik.
"Tidak ada pemerintah yang bisa memajukan Peru jika terus memberi makan divisi," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
