
Asap mengepul terlihat di Chabahar, Iran, setelah serangan terbaru AS pada 15 Juli 2026 (Al Jazeera)
JawaPos.com - Pemerintah Iran menyatakan kesepakatan damai sementara dengan Amerika Serikat (AS) telah gugur setelah Washington kembali melancarkan serangkaian serangan udara terhadap wilayahnya. Teheran menilai tindakan tersebut sebagai bentuk agresi yang membuat pasukan Iran memiliki kebebasan penuh untuk melakukan tindakan balasan.
Ketegangan terbaru terjadi setelah militer AS mengumumkan gelombang serangan baru pada Rabu malam waktu setempat. Ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Iran, termasuk Bandar Abbas, Chabahar, dan Ahvaz, sementara sebelumnya Washington menyebut serangannya menyasar fasilitas militer Iran di kawasan pesisir dekat Selat Hormuz serta Pulau Greater Tunb.
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (16/7/2026), negosiator utama Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, mengatakan angkatan bersenjata Iran kini memiliki "kebebasan penuh untuk bertindak" menghadapi agresi musuh. Pernyataan itu disampaikan setelah serangan AS pada Rabu menewaskan tujuh personel militer Iran dari Brigade ke-388 di sebuah barak di Bampour, wilayah tenggara Iran.
Militer Iran menyatakan serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah personel lainnya terluka dan berjanji memberikan "respons yang menentukan pada waktu yang tepat." Selain itu, media Iran melaporkan serangan AS mengenai fasilitas penyimpanan gandum di Provinsi Khuzestan bagian barat. Namun, militer AS membantah telah menargetkan fasilitas sipil tersebut.
AS menyatakan gelombang serangan terbaru dimulai sekitar pukul 22.30 waktu Iran atau 19.00 GMT pada Rabu malam. Pada saat yang sama, laporan media lokal menyebut terjadi ledakan di sekitar Bandar Abbas, Chabahar, dan Ahvaz. Sebelumnya, militer AS juga mengungkapkan telah mengalihkan dua kapal komersial sebagai bagian dari blokade baru terhadap pelabuhan Iran yang mulai diberlakukan sejak malam sebelumnya.
Iran Klaim Kesepakatan Damai Tidak Berlaku Lagi
Teheran menilai serangkaian serangan AS tersebut telah membatalkan nota kesepahaman yang menjadi dasar gencatan senjata sementara kedua negara pada 17 Juni. Pemerintah Iran menyebut konflik yang berlangsung saat ini telah memasuki tahap perang yang menyangkut keberlangsungan negara.
Ghalibaf mengatakan Iran kini berada dalam "perang esensial dan eksistensial dengan Amerika" sehingga tidak memiliki alasan untuk tetap mematuhi isi kesepakatan sebelumnya. Meski demikian, ia menegaskan Iran tetap mempertimbangkan jalur diplomasi sebagai bagian dari strategi nasionalnya.
"Kami tidak pernah menyambut perang, tetapi kami harus selalu siap menghadapi pertempuran dan berdiri teguh untuk melindungi keamanan serta kepentingan nasional kami," ujar Ghalibaf.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
