
Ilustrasi serangan AS ke wilayah Iran di Selat Hormuz. (CENTCOM).
JawaPos.com - Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke Iran pada Rabu (15/7) malam dengan menyasar sistem pertahanan pantai dan lokasi rudal di sekitar Selat Hormuz.
Operasi ini dilakukan setelah Washington kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Teheran menegaskan sedang menghadapi 'perang eksistensial' melawan Amerika Serikat dan mengancam akan memperluas gangguan terhadap ekspor energi di kawasan.
Eskalasi terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah gencatan senjata yang rapuh kembali runtuh. Meski demikian, sejumlah analis menilai peluang pecahnya perang skala penuh masih relatif kecil.
Ketegangan meningkat tajam sejak Iran pada Sabtu malam mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Selain kebijakan tersebut, aktivitas militer di kawasan juga menghambat pelayaran di jalur strategis yang sebelumnya dilalui sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas dunia.
Dampaknya langsung terasa di pasar energi, dengan harga minyak Brent ditutup naik ke level tertinggi dalam sebulan, yakni USD 84,95 per barel.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan gelombang pertama serangan dimulai sekitar pukul 06.00 EDT atau 10.00 GMT dan berlangsung sekitar 90 menit. Sasaran utamanya adalah sistem pertahanan pesisir serta gudang dan lokasi peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb milik Iran.
Sekitar sembilan jam kemudian, CENTCOM mengumumkan gelombang serangan kedua.
"Serangan itu menargetkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang transit secara bebas melalui Selat Hormuz, jalur air internasional yang penting bagi perdagangan global. Militer AS meminta pertanggungjawaban Iran atas arahan Panglima Tertinggi," tulis CENTCOM melalui akun X.
Sementara itu, tiga pejabat Amerika Serikat yang berbicara kepada Reuters mengatakan operasi tersebut juga bertujuan melumpuhkan kemampuan militer Iran sebelum Washington menjalankan operasi yang lebih kompleks untuk membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
