Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Juli 2026 | 19.27 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak usai AS-Iran Memanas

Ilustrasi situasi perairan di Selat Hormuz. (Reuters). - Image

Ilustrasi situasi perairan di Selat Hormuz. (Reuters).

JawaPos.com - Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran setelah serangan terbaru Amerika Serikat langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3,5 persen pada pembukaan perdagangan Asia, sementara kekhawatiran terhadap pasokan energi internasional kembali meningkat.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang sebelum perang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia. Gangguan di kawasan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi hingga meningkatkan tekanan inflasi global.

Kontrak berjangka minyak pada perdagangan Senin di Tokyo langsung menguat. Minyak acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), bahkan kembali diperdagangkan di atas 74 dolar AS per barel.

Iran Hentikan Lalu Lintas Selat Hormuz

Otoritas Selat Teluk Persia yang baru dibentuk Iran menyatakan seluruh pelayaran melalui Selat Hormuz untuk sementara tidak dapat dilakukan karena situasi keamanan yang dipicu pergerakan militer Amerika Serikat.

Otoritas tersebut menyebut izin pelayaran baru akan diterbitkan kembali setelah kondisi dinilai stabil.

Sebelumnya Iran juga telah memperingatkan kapal-kapal asing agar tidak melintasi Selat Hormuz tanpa memperoleh otorisasi dari pemerintah Iran. Teheran bahkan tengah berupaya menerapkan sistem permanen pemungutan biaya bagi kapal yang melintas di jalur tersebut.

Di sisi lain, mengutip Guardian, Amerika Serikat menegaskan tetap akan menjaga kebebasan navigasi internasional di kawasan meski situasi keamanan semakin memburuk.

Washington menyebut pengerahan pasukan dilakukan untuk menghadapi apa yang disebut sebagai tindakan agresi, intimidasi, ancaman, dan deklarasi sepihak Iran terhadap jalur pelayaran internasional.

Pusat Informasi Maritim Gabungan (Joint Maritime Information Centre) yang dipimpin Angkatan Laut AS juga mengeluarkan panduan terbaru. Meski tingkat ancaman keamanan sangat tinggi, kapal dagang disebut masih dapat menggunakan jalur selatan yang diperluas di dekat Oman untuk pelayaran dua arah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore