Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Juli 2026 | 04.41 WIB

Robot 'Transformer' Siap Debut di Shanghai, Tiongkok Perluas Arena Persaingan AI ke Mesin Fisik

Robot pribadi Quester1 yang dapat berubah dari bentuk berkaki dua beroda menjadi berkaki empat akan debut dalam WAIC 2026 di Shanghai / Foto: (Global Times) - Image

Robot pribadi Quester1 yang dapat berubah dari bentuk berkaki dua beroda menjadi berkaki empat akan debut dalam WAIC 2026 di Shanghai / Foto: (Global Times)

JawaPos.com — Tiongkok kembali menunjukkan ambisinya menjadi pemimpin teknologi global dengan memperkenalkan Quester1, robot pribadi yang dapat berubah bentuk layaknya karakter "transformer", dalam ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai. Kehadiran robot ini menandai langkah baru ketika inovasi AI mulai bergeser dari perangkat lunak menuju mesin fisik yang mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi di dunia nyata.

Berbeda dari robot humanoid konvensional, Quester1 dirancang untuk berganti konfigurasi secara otomatis sesuai medan dan tugas. Inovasi tersebut dinilai membuka jalur baru bagi industri robotika karena menawarkan fleksibilitas yang belum dimiliki robot berbentuk tunggal.

Melansir Global Times, Selasa (14/7/2026), Quester1 dikembangkan oleh Swancor Advanced Materials Co. Robot tersebut dibangun di atas satu platform utama yang memungkinkannya berubah secara otomatis dari robot berkaki dua beroda menjadi robot berkaki empat. Perubahan bentuk ini membuat Quester1 mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi dan kebutuhan penggunaan.

Kemampuan tersebut memungkinkan Quester1 berfungsi sebagai pendamping di rumah, pendamping aktivitas luar ruangan, hingga perangkat pengambilan gambar cerdas. Swancor menyebut robot ini menggunakan "arsitektur terintegrasi lintas morfologi bergaya transformer", yang memungkinkan perubahan bentuk berlangsung sepenuhnya otomatis dan mulus dalam satu sistem.

Swancor menyatakan, "Berbeda dengan robot pribadi tradisional yang hanya memiliki satu bentuk tetap, Quester1 menawarkan dua morfologi dalam satu tubuh. Fleksibilitas ini memungkinkan robot memilih bentuk yang paling sesuai berdasarkan ruang, kondisi jalan, dan tugas yang dihadapi." Menurut analis, pendekatan tersebut menandai pergeseran dari pengembangan robot humanoid menuju robot multifungsi yang lebih adaptif.

Lebih luas dari pengembangan satu produk, inovasi tersebut mencerminkan arah baru industri robotika Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan dan lembaga riset di negara itu berlomba mengembangkan robot multi-morfologi untuk kebutuhan rumah tangga, industri, komersial, hingga penelitian, sehingga membentuk ekosistem inovasi yang semakin matang.

Salah satu contohnya adalah GD01, robot raksasa transformabel berawak buatan Unitree Robotics, yang diperkenalkan pada Mei 2026. Robot setinggi 2,7 meter dengan bobot 500 kilogram itu diklaim sebagai robot mecha berawak pertama di dunia yang siap diproduksi dan dapat berubah fungsi menjadi kendaraan sipil. 

Sebelumnya, LimX Dynamics meluncurkan LimX TRON 2, robot AI modular yang dapat berganti konfigurasi menjadi robot berlengan ganda, berkaki dua, maupun beroda. Sementara itu, Southern University of Science and Technology mengembangkan GrowHR, robot bertubuh lunak berbobot 4,5 kilogram yang jauh lebih ringan dibandingkan robot kaku dengan ukuran serupa.

Peneliti Beijing Academy of Social Sciences, Wang Peng, mengatakan kemajuan tersebut didukung kolaborasi lintas industri. "Limpahan teknologi dari berbagai sektor telah memberikan dukungan yang kuat. Keahlian perusahaan kendaraan energi baru dalam pengendalian struktur kendaraan dan sistem penggerak, dipadukan dengan kemampuan produsen telepon pintar dalam optimalisasi cip serta interaksi manusia-mesin, telah menurunkan hambatan teknis inovasi lintas sektor," ujarnya.

Menurut Wang, keunggulan rantai pasok Tiongkok dalam teknologi motor penggerak presisi, sensor, dan material komposit ringan memungkinkan perusahaan menempuh jalur berbeda dibandingkan pesaing global. “Quester1 dan GD01 menunjukkan bahwa Tiongkok telah memasuki era baru embodied intelligence, yakni kecerdasan buatan yang diwujudkan dalam mesin fisik yang mampu berinteraksi dengan lingkungan nyata. Produk-produk ini bukan lagi sekadar prototipe laboratorium, melainkan telah menjadi produk siap pasar dengan peta jalan komersialisasi yang jelas,” katanya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore