
CEO OpenAI Sam Altman (Fortune)
JawaPos.com - OpenAI tidak lagi sepenuhnya menentukan sendiri kapan dan bagaimana teknologi kecerdasan buatannya diluncurkan. Di balik peluncuran model GPT-5.6, perusahaan yang dipimpin Sam Altman itu ternyata melakukan serangkaian perubahan setelah berdiskusi dengan pemerintahan Presiden Donald Trump, menandai semakin besarnya campur tangan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap pengembangan AI tercanggih.
Dalam wawancara dengan CNBC, Altman mengungkapkan OpenAI melakukan "banyak perubahan" selama proses pembahasan dengan pejabat pemerintah sebelum model tersebut tersedia untuk publik. Meski tidak merinci bentuk penyesuaian yang dilakukan, pernyataan itu menunjukkan bahwa perusahaan AI kini harus memperhitungkan aspek keamanan nasional dan regulasi sebelum memperkenalkan teknologi baru.
Dilansir dari Fortune, Jumat (10/7/2026), Altman mengatakan komunikasi dengan pemerintah melibatkan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Menteri Keuangan Scott Bessent. Menurutnya, proses evaluasi tersebut dapat menjadi pola baru dalam hubungan antara perusahaan teknologi dan regulator di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko AI.
Sebelumnya, peluncuran GPT-5.6 tidak langsung diberikan kepada seluruh pengguna. OpenAI membatasi akses awal hanya untuk sejumlah mitra tertentu setelah pemerintahan Trump meminta perusahaan melakukan peluncuran bertahap. Setelah melalui rangkaian pembahasan dan pengujian, model tersebut akhirnya memperoleh izin untuk tersedia lebih luas kepada publik.
Altman menjelaskan pemerintah AS sedang melakukan evaluasi terhadap model AI baru untuk mengidentifikasi potensi risiko, terutama terkait keamanan siber. Namun, dia menilai proses pengawasan tersebut harus berjalan dengan aturan yang jelas agar tidak menghambat inovasi.
"Saya pikir hal itu baik selama prosesnya dapat dipahami, adil, dan cepat. Pemerintah tampaknya benar-benar memiliki tujuan yang sama, dan perkiraan saya, proses berikutnya untuk model kami selanjutnya akan jauh lebih lancar," kata Altman
Langkah OpenAI tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian Washington terhadap keamanan teknologi AI. Perusahaan pesaingnya, Anthropic PBC, sebelumnya sempat menghadapi pembatasan setelah Departemen Perdagangan AS menerapkan kontrol ekspor yang membatasi akses asing terhadap model AI mereka. Pembatasan itu kemudian dibatalkan setelah berlangsung pembicaraan yang menghasilkan tambahan perlindungan keamanan siber pada teknologi Anthropic.
Perkembangan ini menunjukkan perubahan besar dalam industri AI global, ketika pemerintah mulai memperlakukan model kecerdasan buatan tingkat lanjut sebagai teknologi strategis yang berkaitan dengan keamanan nasional. Perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, dan raksasa teknologi lain kini harus menyeimbangkan kecepatan inovasi dengan tuntutan regulasi yang semakin ketat.
Di luar pembahasan mengenai peluncuran model AI, Altman juga menanggapi laporan media mengenai kemungkinan OpenAI memberikan 5 persen saham perusahaan kepada pemerintah AS. Dia menolak memberikan detail lebih lanjut dan menyebut pemberitaan mengenai rencana itu mengandung banyak ketidakakuratan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
