Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juni 2026 | 04.37 WIB

OpenAI Ajukan Dokumen Rahasia ke SEC, Buka Jalan Menuju Penawaran Saham Perdana di Wall Street

Sam Altman tiba di Pengadilan Distrik AS di Oakland, California (AP News) - Image

Sam Altman tiba di Pengadilan Distrik AS di Oakland, California (AP News)

JawaPos.com - OpenAI resmi mengajukan dokumen rahasia kepada U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) yang membuka peluang perusahaan tersebut melantai di bursa saham. Proses ini menempatkan OpenAI dalam jalur menuju penawaran saham perdana di Wall Street, di tengah kompetisi ketat industri kecerdasan buatan global yang juga melibatkan pemain besar seperti Elon Musk, Jeff Bezos, dan Mark Zuckerberg.

Persaingan di industri kecerdasan buatan kini tidak lagi berhenti pada pengembangan model, tetapi bergeser ke kemampuan mengamankan pendanaan dalam skala besar untuk menopang biaya komputasi yang terus meningkat. Dalam situasi ini, OpenAI berada dalam tekanan yang sama dengan Google, Anthropic, hingga SpaceX yang sama-sama memperluas posisi di ekosistem teknologi berbasis kecerdasan buatan dan pasar modal.

Dilansir dari AP News, Selasa (9/6/2026), OpenAI menyatakan, "Kami memperkirakan informasi ini akan bocor sehingga kami memilih untuk mengumumkannya." Mereka menegaskan, "Kami belum menentukan waktu pelaksanaannya; mungkin masih membutuhkan waktu karena ada hal yang lebih mudah dilakukan sebagai perusahaan tertutup. Namun ini adalah rangkaian pilihan yang kompleks dan memberi kami opsi untuk melantai lebih cepat jika itu yang terbaik."

Pernyataan itu menegaskan bahwa penawaran saham perdana belum menjadi keputusan final, melainkan opsi strategis untuk menjaga fleksibilitas pendanaan di tengah kebutuhan modal yang terus meningkat dalam pengembangan sistem kecerdasan buatan berskala besar.

Hal ini tidak terlepas dari tekanan utama industri yang kian berat, terutama lonjakan biaya pengembangan model kecerdasan buatan generasi terbaru yang menuntut investasi sangat besar dan tidak lagi dapat sepenuhnya ditopang oleh pendanaan privat. Kondisi tersebut pada akhirnya menempatkan perusahaan seperti OpenAI dalam posisi transisi antara entitas tertutup dan perusahaan publik masa depan.

Sebelumnya, kepala eksekutif OpenAI Sam Altman menyebut penawaran saham perdana sebagai "jalur yang paling mungkin". Dia menilai pasar publik menawarkan kapasitas modal yang jauh lebih besar dibandingkan investor swasta, terutama untuk mendukung ambisi membangun kecerdasan buatan umum (artificial general intelligence/AGI) yang dapat digunakan secara luas di berbagai bidang kehidupan.

Namun, langkah ini terjadi di tengah kompetisi yang semakin ketat. OpenAI kini bersaing langsung dengan Google melalui sistem Gemini serta Anthropic dengan chatbot Claude yang terus memperluas pasar perusahaan. Tekanan kompetitif ini membuat perusahaan harus mempercepat inovasi sekaligus menanggung beban biaya yang terus meningkat.

Perubahan struktur internal tahun lalu menjadi perusahaan dengan misi sosial (public benefit corporation/PBC) menjadi fondasi penting menuju pasar saham. Meski masih berada di bawah kendali entitas nirlaba, struktur ini membuka ruang legal untuk penawaran saham perdana sekaligus menunjukkan upaya menyeimbangkan misi sosial dengan kebutuhan pasar.

Di sisi lain, OpenAI juga memperkuat posisinya setelah memenangkan sengketa hukum melawan Elon Musk terkait arah perusahaan. Gugatan tersebut sebelumnya menantang perubahan dari lembaga riset menjadi entitas komersial, namun ditolak pengadilan yang memperkuat arah strategis perusahaan saat ini.

Kepala keuangan OpenAI Sarah Friar menyebut perusahaan mulai menyesuaikan diri dengan standar tata kelola perusahaan publik. Dia menegaskan, "Saya ingin kami siap. Pasar modal jauh lebih besar dibandingkan pasar swasta."

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore