
Mark Zuckerberg, CEO Meta Platforms, tengah mendorong pengembangan aplikasi pasar prediksi digital baru bernama “Arena” / Foto: (The Business Times)
JawaPos.com — Meta Platforms Inc. di bawah kepemimpinan Mark Zuckerberg kembali mengarahkan strategi pengembangan produk ke ranah baru yang sedang tumbuh cepat: pasar prediksi digital. Langkah ini menandai upaya terbaru perusahaan untuk menangkap perubahan perilaku pengguna internet global melalui format aplikasi yang lebih spesifik dan terpisah dari jejaring sosial utamanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, platform seperti Polymarket dan Kalshi berkembang pesat sebagai pasar prediksi daring yang memungkinkan pengguna memperkirakan berbagai peristiwa, mulai dari hasil pertandingan olahraga hingga durasi pidato kenegaraan. Aktivitas ini telah menjadi fenomena global, dengan volume transaksi yang melonjak signifikan dan menarik perhatian perusahaan teknologi besar.
Menurut laporan The New York Times, “Mark Zuckerberg telah menyadari hal ini dan ingin ikut terlibat dalam tren tersebut.” Laporan itu menyebut Zuckerberg telah mengirimkan tim kecil di Meta untuk mengembangkan aplikasi ponsel pintar yang mirip dengan Polymarket dan Kalshi. Sumber internal mengatakan proyek tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan.
Aplikasi tersebut disebut memiliki nama internal “Arena” dan dirancang sebagai produk mandiri di luar ekosistem utama Meta seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger. Dalam tahap awal, pengguna tidak akan menggunakan uang asli, melainkan sistem poin yang menyerupai mekanisme gim. Namun, perusahaan disebut masih membuka kemungkinan penggunaan uang sungguhan di masa depan.
Salah satu sumber yang mengetahui proyek tersebut menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan menciptakan pengalaman interaktif yang lebih ringan sebelum masuk ke model ekonomi berbasis taruhan. Strategi ini sejalan dengan upaya Meta membaca tren baru interaksi digital yang semakin bergeser ke arah partisipatif dan berbasis prediksi.
Laporan yang sama menyebutkan bahwa “Arena” merupakan bagian dari strategi yang lebih luas di bawah Zuckerberg untuk menciptakan aplikasi baru berbasis perilaku sosial yang sedang berkembang. Meta juga diketahui tengah menguji aplikasi lain seperti Meta Photos yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menghasilkan jenis media baru.
Perusahaan tersebut memiliki basis pengguna yang sangat besar, dengan lebih dari 3,56 miliar orang menggunakan salah satu aplikasinya setiap hari. Skala ini, menurut laporan internal, justru menimbulkan tantangan baru berupa potensi kejenuhan pertumbuhan di dalam aplikasi utama sehingga mendorong ekspansi ke produk terpisah.
Namun, langkah ekspansi ini membawa risiko yang tidak kecil. Pasar prediksi digital berada di wilayah abu-abu regulasi karena membuka ruang bagi praktik penyalahgunaan informasi yang sulit diawasi. Ketika hasil peristiwa dijadikan objek spekulasi, batas antara analisis data publik dan pemanfaatan informasi orang dalam menjadi semakin kabur, sehingga meningkatkan potensi manipulasi pasar oleh pihak yang memiliki akses informasi lebih awal.
Selain itu, model ini juga rawan menciptakan insentif perilaku spekulatif yang agresif. Pengguna tidak hanya terdorong untuk “memprediksi”, tetapi juga untuk mengambil posisi berdasarkan dorongan keuntungan, yang dalam praktiknya dapat menyerupai mekanisme perjudian modern berbasis data. Kondisi ini membuat regulator di Amerika Serikat semakin waspada terhadap potensi dampak sosial dan finansialnya.
Dalam konteks pengawasan, otoritas federal menghadapi tantangan tambahan karena skala dan kecepatan transaksi di pasar prediksi yang terus berkembang. Kompleksitas produk ini membuat pengawasan terhadap praktik ilegal seperti insider trading—yakni penggunaan informasi rahasia yang belum dipublikasikan untuk mendapatkan keuntungan dalam transaksi—menjadi lebih sulit dibandingkan pasar keuangan tradisional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022