
Bendera Tiongkok sebagai representasi kemajuan model AI dari Tiongkok kembali menarik perhatian industri teknologi global / Foto: (Business Insider)
JawaPos.com — Kemunculan model kecerdasan buatan terbaru dari Tiongkok kembali menarik perhatian pelaku industri teknologi di Silicon Valley. Kehadiran model ini tidak hanya dipandang sebagai peningkatan teknis, tetapi juga sebagai sinyal bahwa kompetisi antara Amerika Serikat dan Tiongkok dalam pengembangan AI memasuki fase yang lebih ketat, di tengah dominasi perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic.
Model tersebut adalah GLM-5.2, sebuah model bahasa besar atau large language model (LLM) open-source dari perusahaan z.AI yang dirancang untuk menangani tugas pemrograman kompleks dan alur kerja berbasis agen. Model ini disebut sebagai salah satu yang paling menonjol sejak kemunculan DeepSeek R1, yang sebelumnya telah mengubah persepsi pasar terhadap kemampuan AI berbiaya rendah dari Tiongkok.
Dilansir dari Business Insider, Selasa (23/6/2026), GLM-5.2 memicu perhatian luas di kalangan investor, pendiri perusahaan teknologi, hingga pengembang perangkat lunak di Silicon Valley. Dalam laporan tersebut disebutkan, “Model kecerdasan buatan baru dari Tiongkok ini memunculkan tingkat perhatian tinggi seperti saat DeepSeek R1 muncul lebih dari setahun lalu dan disebut sebagai ancaman serius terhadap dominasi chatbot Amerika.”
Secara teknis, GLM-5.2 memiliki kapasitas konteks hingga 1 juta token, yang menempatkannya setara dengan model kelas atas seperti Claude Opus 4.8 Anthropic and GPT 5.5 OpenAI. Kapasitas ini memungkinkan pemrosesan data dalam jumlah sangat besar, termasuk proyek pemrograman panjang dalam satu sesi.
Reaksi dari industri teknologi juga memperkuat sorotan terhadap model ini. Guillermo Rauch, CEO Vercel, menyampaikan di platform X: “Saya sangat terkesan, bahkan hampir terkejut, dengan seberapa baik GLM-5.2 dari @zai_org dalam melakukan pemrograman. Ini mengubah banyak hal.” Dia menilai kemampuan pemrograman model ini berdampak langsung pada cara kerja pengembang perangkat lunak.
Sementara itu, Matt Velloso, mantan eksekutif Meta, Google DeepMind, dan Microsoft, menyebut: “Ini merupakan model terbuka pertama yang sudah layak dipakai sebagai alat kerja harian,” serta menambahkan, “Segalanya tidak akan sama lagi,” menekankan bahwa model berbasis sumber terbuka (open source) kini mulai memasuki penggunaan harian yang serius.
Di sisi lain, sifat sumber terbuka GLM-5.2 menjadi faktor penting dalam daya tariknya. Berbeda dari model tertutup milik perusahaan Amerika, model ini dapat diunduh, dimodifikasi, dan dijalankan secara independen oleh pengguna. Hal ini menggeser dinamika industri kecerdasan buatan karena tidak lagi bergantung pada satu penyedia utama.
Dalam konteks geopolitik teknologi, persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok semakin terlihat jelas. Washington terus memperketat akses terhadap cip dan infrastruktur komputasi, sementara perusahaan Tiongkok mendorong strategi efisiensi melalui model yang lebih murah dan terbuka. Situasi ini memperkuat kompetisi yang tidak hanya bersifat teknologi, tetapi juga strategis dan ekonomi.
Sebelumnya, Anthropic memperingatkan bahwa kesenjangan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok bisa menyempit lebih cepat dari perkiraan, bahkan dalam rentang waktu 12 hingga 24 bulan. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa keunggulan AI global bersifat dinamis dan dapat berubah dengan cepat mengikuti laju inovasi.
Dengan semakin luasnya adopsi GLM-5.2 di komunitas pengembang global, pertanyaan strategis kembali muncul di Silicon Valley: apakah dominasi Amerika Serikat dalam AI generatif masih dapat dipertahankan dalam jangka panjang, atau justru mulai bergeser ke model ekosistem terbuka yang berkembang cepat dari Tiongkok.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
