Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Juni 2026 | 14.39 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz dan Ancam Batalkan Kesepakatan dengan AS, Negosiasi di Swiss Terancam Mandek

Peta Selat Hormuz yang diterbitkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Iran, 4 Mei 2026 (Screenshot/X/@IranIntl_En) - Image

Peta Selat Hormuz yang diterbitkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Iran, 4 Mei 2026 (Screenshot/X/@IranIntl_En)

JawaPos.com - Iran meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat di tengah berlanjutnya serangan Israel di Lebanon. Pada Sabtu (20/6). Teheran dilaporkan kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz sekaligus memperingatkan bahwa kesepakatan sementara dengan Washington bisa runtuh jika AS tidak memenuhi komitmennya.

Langkah tersebut menjadi pukulan besar bagi upaya diplomatik yang tengah berlangsung untuk menyelamatkan perundingan nuklir Iran. Meski delegasi Iran tetap berangkat ke Swiss untuk melanjutkan pembicaraan, pejabat Teheran mengisyaratkan bahwa peluang tercapainya kemajuan dalam waktu dekat sangat kecil.

Pengumuman penutupan Selat Hormuz disampaikan Komando Militer Gabungan Iran melalui siaran televisi pemerintah. Teheran menuding serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon serta kegagalan Amerika Serikat menghentikan konflik sebagai alasan utama di balik keputusan tersebut.

Dalam pernyataannya, militer Iran menilai Washington telah menunjukkan 'itikad buruk' dan melakukan 'pelanggaran yang jelas terhadap komitmennya'. Iran juga memperingatkan bahwa langkah lebih lanjut telah disiapkan apabila agresi terus berlangsung.

"Jika agresi terus berlanjut, langkah-langkah berikutnya telah direncanakan," demikian peringatan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.

Delegasi Iran Tetap ke Swiss, Tetapi Tak Banyak yang Diharapkan

Tak lama setelah pengumuman penutupan Selat Hormuz, media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa tim negosiasi negara itu tetap berangkat ke Swiss untuk mengikuti pembicaraan teknis yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Jumat.

Melansir CNBC, delegasi tersebut dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, serta melibatkan pejabat bank sentral dan sektor energi Iran.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Bagahei menegaskan bahwa kunjungan ke Swiss bukanlah sinyal dimulainya negosiasi final.

"Perjalanan ini bertujuan menuntut pihak lain memenuhi kewajibannya," kata Bagahei.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore