
Peta Selat Hormuz yang diterbitkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Iran, 4 Mei 2026 (Screenshot/X/@IranIntl_En)
JawaPos.com - Iran meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat di tengah berlanjutnya serangan Israel di Lebanon. Pada Sabtu (20/6). Teheran dilaporkan kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz sekaligus memperingatkan bahwa kesepakatan sementara dengan Washington bisa runtuh jika AS tidak memenuhi komitmennya.
Langkah tersebut menjadi pukulan besar bagi upaya diplomatik yang tengah berlangsung untuk menyelamatkan perundingan nuklir Iran. Meski delegasi Iran tetap berangkat ke Swiss untuk melanjutkan pembicaraan, pejabat Teheran mengisyaratkan bahwa peluang tercapainya kemajuan dalam waktu dekat sangat kecil.
Pengumuman penutupan Selat Hormuz disampaikan Komando Militer Gabungan Iran melalui siaran televisi pemerintah. Teheran menuding serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon serta kegagalan Amerika Serikat menghentikan konflik sebagai alasan utama di balik keputusan tersebut.
Dalam pernyataannya, militer Iran menilai Washington telah menunjukkan 'itikad buruk' dan melakukan 'pelanggaran yang jelas terhadap komitmennya'. Iran juga memperingatkan bahwa langkah lebih lanjut telah disiapkan apabila agresi terus berlangsung.
"Jika agresi terus berlanjut, langkah-langkah berikutnya telah direncanakan," demikian peringatan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.
Delegasi Iran Tetap ke Swiss, Tetapi Tak Banyak yang Diharapkan
Tak lama setelah pengumuman penutupan Selat Hormuz, media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa tim negosiasi negara itu tetap berangkat ke Swiss untuk mengikuti pembicaraan teknis yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Jumat.
Melansir CNBC, delegasi tersebut dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, serta melibatkan pejabat bank sentral dan sektor energi Iran.
Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Bagahei menegaskan bahwa kunjungan ke Swiss bukanlah sinyal dimulainya negosiasi final.
"Perjalanan ini bertujuan menuntut pihak lain memenuhi kewajibannya," kata Bagahei.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022