Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juni 2026 | 13.45 WIB

Usai Iran, Donald Trump Kini Bidik Korea Utara, Pernyataan Terbaru Presiden AS Picu Kekhawatiran Baru

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberi isyarat saat parade militer memperingati ulang tahun ke-80 Partai Buruh Korea (WPK) yang berkuasa di Pyongyang, Korea Utara. (KCNA via Reuters) - Image

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberi isyarat saat parade militer memperingati ulang tahun ke-80 Partai Buruh Korea (WPK) yang berkuasa di Pyongyang, Korea Utara. (KCNA via Reuters)

JawaPos.com - Setelah mencapai kesepakatan dengan Iran yang mengakhiri ketegangan panjang antara Washington dan Teheran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini mengisyaratkan fokus baru terhadap Korea Utara.

Sinyal tersebut memicu kekhawatiran munculnya babak baru tekanan geopolitik terhadap Pyongyang yang selama ini terus mengembangkan program senjata nuklirnya.

Pernyataan itu diungkapkan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung setelah pertemuannya dengan Trump di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7. Menurut Lee, Trump secara langsung menyampaikan bahwa isu Korea Utara kini menjadi prioritas berikutnya bagi Washington.

"Trump mengatakan kepada saya bahwa waktunya telah tiba untuk memberikan perhatian pada masalah Korea Utara," kata Lee dilansir dari Al-Jazeera.

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa waktu setelah Amerika Serikat berhasil mencapai kesepakatan dengan Iran. Situasi itu menimbulkan spekulasi bahwa Gedung Putih kini akan kembali mengalihkan sumber daya diplomatik dan politiknya untuk menghadapi ancaman nuklir Korea Utara yang selama bertahun-tahun belum menemukan solusi permanen.

Korea Selatan Sebut Sanksi terhadap Korea Utara Tak Lagi Efektif

Dalam kesempatan yang sama, Lee juga menyampaikan pandangannya kepada Trump bahwa sanksi internasional terhadap Korea Utara tidak lagi memberikan dampak signifikan seperti sebelumnya.

Menurutnya, dukungan yang kini diterima Pyongyang dari Rusia telah membantu rezim Kim Jong Un bertahan dari tekanan ekonomi Barat.

"Sanksi terhadap Korea Utara tidak efektif," ujar Lee.

Ia menambahkan bahwa kerja sama militer yang semakin erat antara Korea Utara dan Rusia telah mengubah dinamika keamanan kawasan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore