
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di Yerusalem pada April (The New York Times)
JawaPos.com - Israel menyatakan berada dalam posisi defensif setelah munculnya kerangka kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dinilai belum mengakomodasi sejumlah tuntutan keamanan utama yang diajukan Tel Aviv. Perkembangan ini kembali menyoroti arah strategi jangka panjang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam menghadapi program nuklir dan pengaruh regional Iran.
Dalam isi kesepakatan sementara tersebut, sejumlah poin yang menjadi perhatian Israel disebut belum tercakup secara rinci, termasuk pembatasan terhadap program rudal balistik Iran serta mekanisme penghentian dukungan finansial terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan, seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa pelonggaran sanksi dapat meningkatkan kapasitas ekonomi Iran untuk mendukung jaringan regionalnya.
Dilansir dari The New York Times, Selasa (16/6/2026), dokumen kerangka kesepakatan tersebut juga belum memuat ketentuan final terkait masa depan stok uranium yang telah diperkaya tinggi oleh Iran. Selain itu, batasan teknis terhadap aktivitas pengayaan nuklir masih menjadi bagian dari pembahasan lanjutan dalam periode gencatan senjata selama 60 hari yang disepakati dalam kerangka awal tersebut.
Di sisi lain, kesepakatan itu disebut membuka kemungkinan pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran, yang berpotensi meningkatkan kapasitas fiskal negara tersebut. Hal ini menjadi salah satu poin perhatian Israel, yang menilai bahwa peningkatan sumber daya ekonomi dapat berdampak pada penguatan dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok proksi di Timur Tengah.
Dalam aspek keamanan regional, terdapat laporan bahwa kesepakatan tersebut juga mencakup penghentian operasi militer di beberapa wilayah konflik, termasuk Lebanon. Jika diterapkan, ketentuan ini dapat memengaruhi fleksibilitas operasi militer Israel terhadap Hizbullah, yang selama ini menjadi salah satu aktor utama dalam konflik lintas perbatasan di wilayah utara Israel.
Menanggapi perkembangan tersebut, Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan tetap mempertahankan kebebasan bertindak untuk menghadapi setiap ancaman keamanan. Ia juga menyebut bahwa operasi militer yang dilakukan Israel di Lebanon merupakan bagian dari respons terhadap ancaman terhadap pasukan Israel, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait dampak kesepakatan terhadap kebijakan terhadap Iran.
Ketegangan juga meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke pinggiran Beirut yang diklaim menargetkan posisi Hizbullah. Serangan tersebut terjadi pada saat Amerika Serikat tengah mendorong penyelesaian kesepakatan dengan Iran, sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa dinamika militer dapat memengaruhi proses diplomasi yang sedang berlangsung.
Di dalam negeri Israel, sejumlah pejabat menyampaikan kritik terhadap arah kesepakatan tersebut. Menteri Keuangan Bezalel Smotrich menyebut kesepakatan itu sebagai "buruk bagi Israel dan dunia bebas," mencerminkan adanya perbedaan pandangan di internal pemerintahan terkait pendekatan terhadap Iran.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan beberapa kali melontarkan kritik terhadap Netanyahu dalam beberapa pekan terakhir, termasuk terkait pendekatan Israel dalam konflik regional. Hal ini turut memperlihatkan adanya dinamika hubungan yang fluktuatif antara Washington dan Tel Aviv dalam periode negosiasi tersebut.
Pengamat Middle East-America Dialogue, Yaakov Katz, menilai bahwa perkembangan ini menunjukkan perubahan dalam hubungan strategis antara Israel dan Amerika Serikat terkait Iran. Ia menyebut bahwa Israel kini menghadapi kondisi di mana dukungan penuh dari Washington dalam isu Iran tidak lagi bersifat otomatis seperti sebelumnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022