Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juni 2026 | 17.47 WIB

Konflik Timur Tengah Berpotensi Menyeret Pertumbuhan Global ke Level Terendah sejak Pandemi COVID-19

Perang di Timur Tengah memberikan tekanan pada ekonomi global karena dampaknya terhadap pasokan energi (Al-Jazeera) - Image

Perang di Timur Tengah memberikan tekanan pada ekonomi global karena dampaknya terhadap pasokan energi (Al-Jazeera)

JawaPos.com - World Bank memperingatkan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi menyeret ekonomi global ke titik terendah sejak berakhirnya pandemi COVID-19.

Dilansir dari laman al-Jazeera pada Sabtu (13/6), dalam laporan Prospek Ekonomi Global terbaru, lembaga tersebut memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2026 dari 2,9 persen menjadi 2,5 persen.

Penurunan itu dipicu oleh meningkatnya harga energi, inflasi yang lebih tinggi, serta biaya pinjaman yang terus meningkat.

Bank Dunia menilai ketegangan di Timur Tengah telah menciptakan tekanan besar terhadap stabilitas ekonomi internasional. Risiko ini semakin meningkat karena gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran masih menghadapi berbagai tantangan.

Apabila konflik kembali meluas, dampaknya diperkirakan akan dirasakan oleh hampir seluruh negara di dunia.

Salah satu kekhawatiran utama adalah kemungkinan terganggunya jalur distribusi energi global melalui Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dunia yang sangat penting bagi rantai pasokan internasional.

Gangguan berkepanjangan di wilayah tersebut diperkirakan dapat memperparah krisis energi dan meningkatkan tekanan terhadap berbagai sektor ekonomi.

Bank Dunia memperkirakan harga minyak mentah Brent akan mencapai rata-rata USD 94 per barel atau sekitar Rp1,53 juta per barel. Angka ini sekitar 36 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tahun sebelumnya.

Selain minyak, harga pupuk juga diprediksi mengalami kenaikan yang berpotensi mendorong peningkatan harga pangan di berbagai negara.

Laporan itu juga memperkirakan inflasi global dapat meningkat menjadi 4 persen pada tahun ini, lebih tinggi dibandingkan 3,3 persen pada tahun sebelumnya. Dalam skenario yang lebih buruk, pertumbuhan ekonomi dunia bahkan dapat merosot hingga 1,3 persen apabila gangguan pasokan energi semakin parah.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore