Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Mei 2026 | 19.28 WIB

Rupiah Tertekan ke Rp17.787 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah Bikin Pasar Cemas

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan pasar spot, Selasa (26/5). Pelemahan mata uang Garuda terjadi di tengah pergerakan beragam mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengacu pada data , pada pukul 09.17 WIB rupiah tercatat melemah 24 poin atau 0,14 persen ke level Rp17.768 per dolar AS. Angka tersebut makin merosot pada pukul 11.25 WIB yang tercatat melemah sebesar 43 persen atau 0,24 poin di level Rp 17.787 per dolar AS.

Tak hanya mata uang Indonesia, pergerakan mata uang di kawasan Asia pun cenderung bervariasi. Yen Jepang terpantau turun 0,03 persen terhadap dolar AS.

Di sisi lain, dolar Hong Kong juga melemah 0,02 persen, sementara dolar Singapura terkoreksi tipis 0,01 persen. Sementara, sejumlah mata uang Asia berhasil menguat. Dolar Taiwan naik 0,07 persen dan won Korea Selatan menguat 0,22 persen.

Rupee India bahkan mencatat penguatan paling besar di kawasan dengan kenaikan 0,49 persen terhadap dolar AS. Adapun peso Filipina turun 0,14 persen.

Yuan China ikut melemah 0,04 persen, disusul ringgit Malaysia yang turun 0,28 persen serta baht Thailand yang terkoreksi 0,31 persen.

Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah kali ini cukup mengkhawatirkan. Terlebih, pasar domestik akan menghadapi libur nasional yang dinilai dapat memperbesar tekanan eksternal terhadap rupiah.

“Hari ini rupiah terus mengalami pelemahan. Kita melihat bahwa pelemahan mata uang rupiah di hari ini cukup signifikan. Pelemahannya begitu mengkhawatirkan, apalagi besok libur nasional yang kemungkinan besar tekanan eksternal ini akan cukup tinggi,” jelas Ibrahim.

Menurut Ibrahim, kondisi tersebut membuat ruang gerak intervensi Bank Indonesia menjadi lebih terbatas, khususnya di pasar domestik. Dia menjelaskan, sentimen utama yang menekan rupiah masih berasal dari faktor eksternal, terutama ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore