Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Juni 2026 | 19.20 WIB

Iran Tuding AS Bertanggung Jawab atas Pelanggaran Gencatan Senjata Israel dan Eskalasi Konflik Timur Tengah

Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa negaranya tidakingin berperang dengan pihak manapun, termasuk dengan AS. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa negaranya tidakingin berperang dengan pihak manapun, termasuk dengan AS. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menuding Amerika Serikat memikul tanggung jawab langsung atas berbagai pelanggaran gencatan senjata yang disebut dilakukan Israel. Teheran menilai dukungan Washington terhadap sekutunya tersebut telah berkontribusi pada meningkatnya ketegangan dan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Kedutaan Besar Iran menyusul perkembangan terbaru konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Lebanon. Menurut Teheran, pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada 8 April 2026 telah memicu instabilitas baru di kawasan.

Dalam pernyataan resminya, Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa gencatan senjata di Lebanon tidak dapat dipisahkan dari kesepakatan yang lebih luas yang disepakati pada April lalu. Karena itu, setiap pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut dinilai memiliki konsekuensi regional yang serius.

"Oleh karena itu, Pemerintah Amerika Serikat memikul tanggung jawab langsung atas berbagai pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh rezim Zionis beserta segala konsekuensi yang timbul darinya, termasuk setiap eskalasi ketegangan di kawasan," demikian pernyataan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia.

Iran Soroti Peran AS dalam Konflik Kawasan

Teheran menilai Amerika Serikat tidak dapat melepaskan diri dari dinamika konflik yang terjadi saat ini. Iran menuding Washington turut mendukung berbagai tindakan yang dilakukan Israel, termasuk yang berkaitan dengan situasi keamanan di Lebanon dan wilayah sekitarnya.

Menurut Iran, rangkaian pelanggaran terhadap gencatan senjata telah memperburuk kondisi keamanan kawasan dan meningkatkan risiko konflik yang lebih luas.

Kedutaan Besar Iran juga mengingatkan bahwa stabilitas Lebanon merupakan bagian penting dari kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada 8 April 2026. Oleh sebab itu, setiap tindakan yang mengganggu kesepakatan tersebut dinilai berpotensi memicu respons dari berbagai pihak yang terlibat.

Dalam kesempatan yang sama, Iran menegaskan akan terus mempertahankan keamanan dan kepentingan nasionalnya terhadap berbagai ancaman yang dianggap mengganggu kedaulatan negara.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, sembari menegaskan tekad kuat bangsa Iran untuk mempertahankan keamanan dan kepentingan nasionalnya secara tegas di mana pun diperlukan, mengingatkan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata tanggal 08 April 2026," tulis pernyataan tersebut.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore