
Larry Ellison, pendiri Oracle / Foto: Forbes
JawaPos.com — Lonjakan saham Oracle membawa pendirinya, Larry Ellison, kembali ke jajaran teratas orang terkaya dunia. Setelah nilai saham perusahaan melonjak ke level tertinggi tahun ini di tengah meningkatnya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), kekayaan Ellison menembus USD 300 miliar atau sekitar Rp 5.358 triliun, melampaui Jeff Bezos dan Sergey Brin.
Kenaikan tersebut menandai kebangkitan Oracle sebagai salah satu penerima manfaat terbesar dari gelombang investasi AI global. Perusahaan yang selama puluhan tahun identik dengan perangkat lunak basis data itu kini semakin berperan sebagai penyedia kapasitas komputasi dan pusat data bagi sejumlah pengembang AI terbesar dunia, termasuk OpenAI.
Dilansir dari Forbes, Selasa (2/6/2026), saham Oracle melonjak lebih dari 10 persen pada perdagangan Senin dan sempat menyentuh USD 250 per saham, level tertinggi sepanjang tahun ini. Forbes melaporkan lonjakan tersebut terjadi setelah Oracle mencatat kinerja bulanan terbaiknya sejak 2001, sekaligus mengangkat Ellison menjadi orang terkaya ketiga di dunia, melampaui Bezos dan Brin.
Transformasi Oracle menjadi salah satu pusat perhatian Wall Street tidak terlepas dari pergeseran model bisnis perusahaan. Oracle yang selama puluhan tahun dikenal sebagai raksasa perangkat lunak basis data kini berkembang menjadi penyedia infrastruktur AI bagi perusahaan-perusahaan terbesar dunia, termasuk OpenAI. Perubahan itu membuat Oracle semakin dipandang sebagai pemain strategis dalam perlombaan AI global.
Ambisi tersebut bahkan ditegaskan langsung oleh Ellison. Dalam paparan perusahaan mengenai ekspansi bisnis cloud, dia menyatakan, “Oracle akan membangun lebih banyak pusat data infrastruktur cloud dibandingkan seluruh pesaing infrastruktur kami jika digabungkan.”
Optimisme pasar terhadap Oracle juga diperkuat oleh pandangan sejumlah analis. Wedbush menyebut Oracle sebagai “penyedia infrastruktur fundamental bagi revolusi AI”, menandai perubahan persepsi Wall Street terhadap perusahaan yang sebelumnya lebih dikenal sebagai pemain perangkat lunak korporasi tradisional. Analis menilai kontrak jangka panjang Oracle dengan OpenAI, Microsoft, Nvidia, dan Meta memberi visibilitas pendapatan yang jauh lebih kuat dibandingkan banyak pesaingnya.
Meski demikian, reli saham tersebut juga merupakan bagian dari pemulihan setelah tekanan besar yang sempat menghantam perusahaan. Sebelumnya, saham Oracle pernah turun sekitar 35 persen dari puncaknya pada Oktober lalu setelah perusahaan mengumumkan rencana ekspansi AI senilai USD 50 miliar atau sekitar Rp 893 triliun, disertai kekhawatiran investor terhadap pendanaan proyek dan keterlambatan pembangunan pusat data untuk OpenAI.
Di saat yang sama, sektor perangkat lunak global memang tengah mengalami kebangkitan. Forbes mencatat ETF perangkat lunak iShares melonjak sekitar 21 persen sepanjang Mei, menjadi kenaikan terbesar dalam 25 tahun terakhir. Tren tersebut mencerminkan berubahnya sentimen pasar dari kekhawatiran bahwa AI akan merusak model bisnis perangkat lunak menjadi keyakinan bahwa AI justru menciptakan gelombang permintaan infrastruktur baru yang sangat besar.
Pengaruh keluarga Ellison juga meluas jauh melampaui Oracle. Putranya, David Ellison, memimpin Skydance dalam upaya akuisisi Warner Bros. Discovery senilai sekitar USD 110 miliar atau Rp 1.964 triliun. Sementara itu, Oracle juga memiliki sekitar 15 persen kepemilikan dalam bisnis TikTok di Amerika Serikat. Kombinasi kepentingan tersebut menempatkan keluarga Ellison di persimpangan antara AI, media global, investasi lintas negara, dan pengaruh korporasi dalam geopolitik modern.
Namun, tidak semua pihak melihat kebangkitan Oracle tanpa risiko. Sejumlah analis memperingatkan bahwa perusahaan masih menanggung utang jangka panjang lebih dari USD 124 miliar atau sekitar Rp 2.214 triliun. Media teknologi The Verge bahkan menyebut ekspansi Oracle bersama OpenAI sebagai langkah yang “sarat risiko” karena keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan pelanggan utama terus tumbuh dan memenuhi komitmen bisnis mereka.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
