Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Mei 2026 | 04.57 WIB

Dikira Sakit Perut Biasa, Remaja 18 Tahun Asal India Ini Ternyata Hidup dengan ‘Janin Kembaranya’ di Dalam Tubuhnya

Narendra Kumar, remaja India, ditemukan hidup dengan “janin kembar” di dalam tubuhnya setelah 18 tahun mengalami sakit perut tanpa penyebab jelas / Foto: (Instagram/tube.indian) - Image

Narendra Kumar, remaja India, ditemukan hidup dengan “janin kembar” di dalam tubuhnya setelah 18 tahun mengalami sakit perut tanpa penyebab jelas / Foto: (Instagram/tube.indian)

JawaPos.com — Seorang remaja asal India bernama Narendra Kumar menjadi sorotan setelah dokter menemukan kondisi medis langka di dalam tubuhnya usai bertahun-tahun mengalami sakit perut tanpa penyebab yang jelas.

Selama 18 tahun, Narendra dilaporkan terus mengalami nyeri perut parah, muntah, hingga gangguan kesehatan lain yang membuat kondisinya semakin melemah. Namun, berbagai pemeriksaan sebelumnya tidak berhasil mengungkap sumber utama penyakit yang dideritanya.

Melansir akun Instagram Tube.Indian, Minggu (24/5/2026), dokter akhirnya menemukan bahwa Narendra mengalami kondisi langka bernama Fetus in Fetu. Kelainan tersebut terjadi ketika embrio kembar terserap ke dalam tubuh saudaranya sejak masih berada di dalam kandungan.

Kasus ini tergolong sangat jarang dan diperkirakan hanya terjadi pada sekitar satu dari 500.000 kelahiran hidup di dunia. Berangkat dari keluhan yang dialami pasien selama bertahun-tahun, tim medis kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan CT scan terhadap kondisi Narendra. 

Dari hasil pemindaian tersebut, dokter menemukan adanya massa seberat sekitar 2,5 kilogram di dalam perutnya, yang memiliki struktur menyerupai janin, termasuk rambut, gigi, dan tulang yang berkembang sebagian. Penemuan inilah yang kemudian mengarahkan diagnosis lebih jauh, di mana kondisi tersebut diidentifikasi sebagai Fetus in Fetu.

Dalam dunia medis, kondisi ini terjadi ketika salah satu janin kembar gagal berkembang secara normal dan justru “terserap” ke dalam tubuh saudara kembarnya sejak tahap awal kehamilan. Akibat proses tersebut, jaringan yang terbentuk dapat bertahan di dalam tubuh inang selama bertahun-tahun dan pada akhirnya menekan organ-organ di sekitarnya.

Dokter kemudian melakukan operasi selama sekitar tiga jam untuk mengangkat massa tersebut. Prosedur itu berjalan sukses dan seluruh jaringan abnormal berhasil dikeluarkan dari tubuh Narendra.

Setelah operasi selesai, kondisi Narendra dilaporkan membaik drastis. Ia juga disebut telah pulih sepenuhnya setelah menjalani perawatan medis pascaoperasi.

Kasus Narendra Kumar kini menjadi perhatian publik karena menunjukkan betapa langkanya kondisi Fetus in Fetu, sekaligus memperlihatkan bagaimana kelainan bawaan yang sangat jarang dapat tidak terdeteksi hingga bertahun-tahun.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore