
Kanamara festival di Kanayama Shrine, Kawasaki, Japan pada 5 April 2026. (Johan Brooks/The Japan Times)
JawaPos.com – Sekilas, festival ini tampak seperti lelucon massal. Patung penis raksasa, permen berbentuk vulgar, hingga parade yang memancing tawa turis.
Tapi Kanamara Festival di Kawasaki, Jepang, punya cerita yang jauh lebih serius. Di balik tampilannya yang nyeleneh, festival ini lahir dari isu kesehatan seksual dan pesan inklusivitas.
Seperti dikutip dari The Japan Times, Minggu (24/5), festival ini digelar setiap Minggu pertama April di Kuil Kanayama, Kawasaki. Acara tersebut rutin menarik 40 ribu hingga 50 ribu pengunjung.
Yang paling terkenal adalah mikoshi atau kuil portabel berbentuk falus. Salah satunya bahkan berwarna merah muda mencolok setinggi sekitar dua meter dan bernama Elizabeth.
Bagi banyak turis asing, festival ini tampak absurd. Namun pendeta wanita Kuil Kanayama, Hisae Machida, menegaskan ada makna yang dalam di baliknya.
Akar festival ini ternyata berasal dari era Edo. Saat itu, pekerja seks di penginapan sekitar datang untuk memohon perlindungan dari penyakit menular seksual dan kesembuhan bagi yang sudah terinfeksi.
Festival itu sempat meredup. Baru pada 1977, ayah Machida, Hirohiko Nakamura, menghidupkannya kembali dengan misi yang lebih luas.
Nakamura bukan sekadar pemuka agama. Ia juga seorang dokter hewan yang sangat peduli isu kemanusiaan.
Ketika epidemi AIDS mulai menjadi perhatian global pada 1980-an, ia khawatir diskriminasi terhadap kelompok tertentu akan membesar. Dari situlah festival ini berkembang menjadi ruang edukasi dan penerimaan.
Mikoshi Elizabeth sendiri bukan kebetulan. Ikon itu merupakan donasi dari kelompok drag queen untuk membantu menarik perhatian publik sekaligus menyampaikan pesan keterbukaan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
