
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Ilia Yefimovich/Pool Photo via AP).
JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut, pasukannya telah memperluas wilayah yang mereka kuasai di Jalur Gaza meski gencatan senjata masih berlangsung. Pengakuan itu memicu kekhawatiran baru bahwa Israel tengah memperdalam pendudukan permanen atas wilayah Palestina yang sudah luluh lantak akibat perang berkepanjangan.
Dalam rapat kabinet mingguan di Yerusalem akhir pekan lalu, Netanyahu mengatakan Israel kini menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza. Angka itu meningkat dari sekitar 53 persen wilayah yang sebelumnya sudah dikuasai militer Israel sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku Oktober lalu.
Baca Juga:Dolar AS Makin Menggila, BI Turunkan Lagi Batas Pembelian Dolar Tanpa Underlying jadi USD 25 Ribu
“Di Gaza sekarang, kami sudah menguasai bukan 50 persen, tetapi 60 persen,” kata Netanyahu mengutip Times of Israel.
Pernyataan tersebut sekaligus mengonfirmasi laporan bahwa Israel terus bergerak melewati batas-batas yang sebelumnya disepakati dalam perjanjian gencatan senjata.
Langkah itu dinilai semakin mempersempit ruang hidup warga Palestina di Gaza yang sebagian besar telah mengungsi akibat agresi militer Israel sejak Oktober 2023.
Hampir seluruh dari dua juta penduduk Gaza kini tinggal di area sempit yang tersisa di luar kendali langsung militer Israel.
Sejak awal gencatan senjata, militer Israel menetapkan apa yang disebut sebagai 'Yellow Line' atau garis kuning sebagai batas wilayah yang diduduki pasukannya. Tentara Israel secara rutin melepaskan tembakan terhadap siapa pun yang mendekati area tersebut dan dianggap sebagai ancaman.
Namun pada Maret lalu, Israel diam-diam menerbitkan peta baru yang menunjukkan perluasan area terlarang tambahan di luar garis kuning. Area baru itu ditandai dengan garis oranye dan diperkirakan mencakup sekitar 11 persen tambahan wilayah Gaza.
Jika digabungkan, zona yang kini dibatasi Israel disebut telah mencakup hampir dua pertiga wilayah Jalur Gaza. Militer Israel mengirimkan peta tersebut kepada kelompok bantuan kemanusiaan di Gaza pada pertengahan Maret.
Dalam penjelasannya, area di antara garis kuning dan garis oranye disebut sebagai zona terbatas untuk mendukung distribusi bantuan kemanusiaan.
Israel menyatakan warga sipil tidak terdampak kebijakan itu. Namun di lapangan, perluasan wilayah militer justru memicu ketakutan besar di kalangan warga Palestina yang mengungsi di area tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
