
Kapal di Selat Hormuz, dekat Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)
JawaPos.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penghentian sementara operasi militer Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Rabu (6/5), Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan dengan Iran.
Trump menyatakan bahwa penghentian dilakukan untuk memberi ruang bagi proses negosiasi yang sedang berlangsung. Ia menyebut adanya kemajuan signifikan menuju kesepakatan akhir dengan pihak Iran. Keputusan ini juga mempertimbangkan permintaan dari Pakistan dan sejumlah negara lain.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa proyek 'Kebebasan' dihentikan sementara dalam jangka pendek. Meski demikian, blokade terhadap Iran tetap diberlakukan sepenuhnya. Langkah ini dimaksudkan untuk menguji peluang penyelesaian perjanjian damai.
Situasi di kawasan Teluk sebelumnya memanas akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Militer Amerika Serikat dilaporkan telah menghancurkan sejumlah kapal, rudal, dan drone milik Iran. Di sisi lain, Iran meningkatkan pengawasan dan memperingatkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan bahwa operasi ofensif terhadap Iran telah dihentikan. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan melakukan serangan kecuali jika diserang terlebih dahulu. Namun, Iran tetap diminta bertanggung jawab atas upaya pengendalian selat tersebut.
Rubio menekankan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur perairan internasional yang tidak boleh dikuasai satu negara.
Rubio menolak kemungkinan adanya kewajiban bagi kapal untuk membayar atau berkoordinasi dengan Iran. Menurutnya, hal tersebut dapat menciptakan preseden berbahaya bagi jalur pelayaran global.
Penutupan Selat Hormuz sebelumnya berdampak besar terhadap perdagangan internasional. Jalur ini merupakan rute penting bagi distribusi energi dunia. Gangguan tersebut memicu kenaikan harga minyak dan kekhawatiran terhadap krisis ekonomi global.
Trump juga menyatakan bahwa tekanan militer dan ekonomi berhasil mendorong Iran ke meja perundingan. Ia mengklaim bahwa Iran memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan meski menunjukkan sikap berbeda di publik.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
