Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Mei 2026 | 16.54 WIB

IRGC Rilis Peta Baru Selat Hormuz, Klaim Area Kendali Meluas di Tengah Ketegangan Iran-AS

Peta Selat Hormuz yang diterbitkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Iran, 4 Mei 2026. (Screenshot/X/@IranIntl_En)  - Image

Peta Selat Hormuz yang diterbitkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Iran, 4 Mei 2026. (Screenshot/X/@IranIntl_En) 

JawaPos.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) merilis peta terbaru yang mengklaim wilayah kendalinya di Selat Hormuz. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat dari Teheran di tengah konflik yang belum mereda dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Peta yang diumumkan pada awal pekan kemarin memperlihatkan zona maritim yang disebut berada di bawah pengawasan Iran. Berdasarkan laporan kantor berita semi-resmi Fars News Agency, area itu dibatasi oleh dua garis utama di perairan strategis tersebut.

Garis pertama membentang dari ujung barat Pulau Qeshm di Iran menuju Umm Al Quwain di Uni Emirat Arab. Sementara garis kedua ditarik dari wilayah Kuh-e Mobarak di Iran hingga ke perairan selatan Fujairah di UEA.

Namun, belum ada kejelasan sejauh mana klaim terbaru ini berbeda atau memperluas wilayah kontrol Iran dibanding sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, situasi di kawasan ini memanas sejak serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu respons balasan dari Teheran, tidak hanya terhadap Israel tetapi juga terhadap sekutu AS di kawasan Teluk.

Sebagai dampaknya, Iran sempat menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global yang kemudian memicu kekhawatiran pasar internasional.

Sejak 13 April, Amerika Serikat memberlakukan blokade laut yang menargetkan aktivitas maritim Iran di kawasan tersebut. Kebijakan ini semakin memperumit situasi keamanan dan stabilitas di jalur pelayaran internasional itu.

Gencatan Senjata Rapuh, Negosiasi Mandek

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan. Gencatan senjata selama dua pekan diumumkan pada 8 April, yang dilanjutkan dengan pembicaraan langsung di Islamabad pada 11 April. Namun, negosiasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan damai jangka panjang.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kemudian memperpanjang masa gencatan senjata atas permintaan Pakistan, meski tanpa menetapkan tenggat waktu baru.

Hingga saat ini, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, yang menjadi penghubung utama ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah ke pasar global. Klaim terbaru IRGC berpotensi meningkatkan ketegangan dan risiko konflik terbuka di wilayah tersebut.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore