
Ilustrasi anak-anak di Jepang. (Kyodo)
Seperti dilansir Kyodo, Selasa (5/5), populasi anak di bawah 15 tahun per 1 April tercatat 13,29 juta. Angka itu turun sekitar 350 ribu dibanding tahun sebelumnya.
Proporsinya terhadap total penduduk juga ikut menyusut. Kini hanya 10,8 persen, menjadi yang terendah sejak data tersedia pada 1950.
Data ini dirilis Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menjelang Hari Anak. Perhitungan mencakup warga asing yang tinggal di Jepang.
Penurunan terjadi meski pemerintah sudah menjalankan berbagai kebijakan. Program dukungan finansial untuk keluarga terus diperluas.
Namun, tren kelahiran tetap melemah. Pemerintah bahkan menyebut periode hingga 2030 sebagai “kesempatan terakhir” untuk membalikkan keadaan.
Dari sisi gender, terdapat 6,81 juta anak laki-laki dan 6,48 juta perempuan. Komposisinya relatif seimbang.
Dilihat dari usia, kelompok 12–14 tahun mencapai 3,09 juta. Sementara usia 0–2 tahun hanya 2,13 juta, menandakan angka kelahiran makin kecil.
Data terpisah menunjukkan kelahiran bayi pada 2025 hanya 705.809. Angka ini menjadi rekor terendah dan turun selama 10 tahun berturut-turut.
Tren penurunan populasi anak sudah berlangsung sejak 1982. Sebelumnya, Jepang sempat mencapai puncak dengan 29,89 juta anak pada 1954.
Rasio anak terhadap populasi juga terus turun selama 52 tahun sejak 1975. Kondisi ini mencerminkan tekanan demografi jangka panjang.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
