
Pete Hegseth memberikan pernyataan dalam pengarahan terkait strategi percepatan AI di militer AS (The Guardian)
JawaPos.com - Ambisi Amerika Serikat (AS) menjadikan kecerdasan buatan (AI) sebagai fondasi kekuatan militernya kian nyata setelah Pentagon meneken kesepakatan dengan tujuh perusahaan teknologi raksasa untuk mendukung berbagai operasi, termasuk yang bersifat rahasia.
Kesepakatan itu melibatkan OpenAI, Google, Nvidia, Microsoft, Amazon Web Services, SpaceX, serta Reflection AI. Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan kini tidak lagi berdiri di luar struktur militer, melainkan mulai masuk ke dalam desain dan pengambilan keputusan strategis di sektor pertahanan.
Dilansir dari The Guardian, Senin (4/5/2026), Pentagon menyatakan, "Kesepakatan ini mempercepat transformasi menuju pembentukan militer Amerika Serikat sebagai kekuatan tempur berbasis AI dan akan memperkuat kemampuan prajurit kami untuk mempertahankan keunggulan dalam pengambilan keputusan di seluruh domain peperangan."
Selain itu, Pentagon menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut menyetujui penggunaan teknologi mereka untuk "setiap penggunaan yang sah." Ketentuan ini menjadi titik krusial karena membuka ruang pemanfaatan luas, mulai dari analisis intelijen hingga dukungan sistem tempur, meskipun detail implementasinya tidak diungkap secara spesifik.
Baca Juga:Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp 400 Triliun, Pentagon Buka Angka Resmi di Tengah Tekanan Politik
Namun, formulasi ketentuan "penggunaan yang sah" ini memicu perdebatan tajam. Sejumlah kalangan menilai frasa tersebut berpotensi mencakup penggunaan untuk sistem senjata otonom atau bahkan pengawasan domestik, sehingga memperluas spektrum risiko etika dan hukum dalam penggunaan AI oleh militer.
Berbeda dengan tujuh perusahaan teknologi lain yang bergabung dalam kesepakatan dengan Pentagon, Anthropic memilih tidak ikut serta dalam kerja sama tersebut. Perusahaan pengembang chatbot Claude tersebut menolak ketentuan penggunaan karena khawatir teknologinya dapat dimanfaatkan untuk pengawasan massal atau sistem senjata mematikan tanpa kendali manusia. Penolakan ini mempertegas adanya friksi antara kepentingan keamanan nasional dan batas etika teknologi.
Sebagai respons atas kritik dari Anthropic terkait potensi penyalahgunaan teknologinya, Pentagon melarang penggunaan produk Anthropic di seluruh jaringan dan kontraktor militer Amerika Serikat, meskipun sebagian teknologinya disebut masih terintegrasi dalam sistem rahasia yang sulit dipisahkan sepenuhnya.
Di sisi lain, skala investasi yang digelontorkan menunjukkan keseriusan Washington. Departemen Pertahanan mengajukan anggaran sebesar 54 miliar dolar AS setara sekitar Rp 936,36 triliun dengan kurs Rp 17.340 per dolar AS, khusus untuk pengembangan senjata otonom. Ini menjadi indikator eskalasi signifikan dalam perlombaan global teknologi militer berbasis AI.
Sementara itu, Reflection AI muncul sebagai pemain baru dengan ambisi strategis. Perusahaan ini menargetkan pengembangan model sumber terbuka untuk menyaingi perusahaan AI dari Tiongkok seperti DeepSeek. Didukung pendanaan dari Nvidia dan 1789 Capital yang melibatkan Donald Trump Jr., Reflection AI dilaporkan membidik valuasi hingga 25 miliar dolar AS.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth telah meluncurkan strategi percepatan AI yang, menurutnya, akan "membuka eksperimen, menghilangkan hambatan birokrasi, memfokuskan investasi, dan menunjukkan pendekatan eksekusi yang diperlukan untuk memastikan kita memimpin dalam AI militer dan menjadikannya semakin dominan di masa depan."

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
