
Sam Altman dan Kevin Scott dalam konferensi Microsoft Build 2024 di Seattle. Foto: (Bloomberg)
JawaPos.com — OpenAI dan Microsoft menyepakati perombakan struktur kemitraan strategis yang selama ini memberi hak eksklusif kepada Microsoft atas distribusi model kecerdasan buatan OpenAI.
Perubahan ini memungkinkan OpenAI menjalin kerja sama langsung dengan penyedia komputasi awan lain seperti Amazon dan Alphabet, sekaligus menandai pergeseran arah persaingan global di industri kecerdasan buatan dan layanan komputasi awan.
Selama beberapa tahun terakhir, aliansi kedua perusahaan menjadi salah satu pilar utama dalam perkembangan industri AI. Investasi Microsoft sebesar USD 13 miliar—sekitar Rp 223,8 triliun dengan kurs Rp 17.220 per dolar AS—sejak 2019 mendorong OpenAI menjadi pelopor teknologi AI sekaligus memperkuat layanan komputasi awan Azure.
Mengutip Reuters, Selasa (28/4/2026), kedua pihak sedang “merundingkan ulang perjanjian yang memungkinkan Microsoft secara eksklusif menjual model kecerdasan buatan milik OpenAI, sehingga membuka jalan bagi startup tersebut untuk menjalin kesepakatan baru dengan para pesaing.” Perubahan ini secara langsung menghapus pembatasan distribusi yang selama ini mengunci akses teknologi OpenAI di bawah ekosistem Microsoft.
Respons pasar menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan tersebut. Saham Microsoft sempat turun 1,3 persen sebelum ditutup relatif stabil, sementara Alphabet menguat 1,81 persen dan Amazon terkoreksi 1,1 persen. Pergerakan ini mencerminkan ekspektasi baru investor terhadap peta kompetisi AI global.
Secara strategis, OpenAI kini memperoleh fleksibilitas untuk memperluas akses komputasi dan mempercepat penetrasi pasar korporasi. Di sisi lain, Microsoft tetap mempertahankan posisi sebagai mitra utama komputasi awan hingga 2032 serta memperoleh “kepastian lebih besar atas pendapatan dari OpenAI,” termasuk porsi 20 persen hingga 2030, dengan total bagi hasil yang kini dibatasi pada tingkat tertentu yang tidak diungkapkan.
Perubahan penting lainnya adalah penghapusan klausul yang sebelumnya memungkinkan OpenAI menghentikan pembayaran kepada Microsoft jika mencapai artificial general intelligence (AGI) atau kecerdasan buatan setara manusia. Dengan demikian, langkah ini memperkuat kepastian bisnis Microsoft di tengah ketidakpastian perkembangan teknologi AI tingkat lanjut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022