Ilustrasi kapal di Selat Hormuz. (Hum English)
JawaPos.com - Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Angkatan Laut mengambil langkah tegas dengan menahan dua kapal asing di Selat Hormuz. Tindakan ini disebut sebagai upaya menjaga keamanan jalur pelayaran strategis di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.
Dalam pernyataan resmi, IRGC menyebut kapal MSC Francesca dan Epaminodes melanggar aturan maritim serta membahayakan navigasi dengan memanipulasi sistem pelacakan. Kedua kapal tersebut kemudian ditahan dan diarahkan menuju perairan Iran.
IRGC menegaskan bahwa stabilitas dan keamanan di Selat Hormuz merupakan 'garis merah' yang tidak bisa ditawar. Pernyataan ini sekaligus menyoroti pentingnya menjaga ketertiban di salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.
Sebagai informasi, Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu titik krusial perdagangan global, yang sebelumnya menampung sekitar seperlima arus minyak dan gas dunia. Dalam konteks ini, langkah Iran diposisikan sebagai bagian dari upaya memastikan jalur tersebut tetap aman dari potensi gangguan.
IRGC menilai pelanggaran terhadap aturan pelayaran, termasuk manipulasi sistem identifikasi kapal, dapat membahayakan stabilitas kawasan dan keselamatan pelayaran internasional.
Sebelumnya, mengutip Iran International, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan dua insiden penembakan terhadap kapal kargo di Selat Hormuz.
Dalam insiden pertama, sebuah kapal kontainer di timur laut Oman dilaporkan didekati kapal cepat IRGC yang kemudian melepaskan tembakan tanpa komunikasi radio, menyebabkan kerusakan pada anjungan kapal.
Meski demikian, seluruh awak kapal dinyatakan selamat tanpa korban maupun dampak lingkungan.
Insiden kedua terjadi di wilayah barat Iran, ketika sebuah kapal kargo yang sedang berlayar keluar dilaporkan ditembaki hingga berhenti di laut. Awak kapal juga dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak ada kerusakan signifikan.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
