
Gautam Adani (kanan) menyalip Mukesh Ambani sebagai orang terkaya di Asia, didorong lonjakan saham Adani Group di sektor infrastruktur dan energi. Foto: (The Economic Times)
JawaPos.com — Miliarder infrastruktur India, Gautam Adani, kembali merebut posisi puncak sebagai orang terkaya di Asia setelah menyalip Mukesh Ambani. Pergeseran posisi kapital ini mempertegas menguatnya sektor infrastruktur dan energi sebagai penopang utama akumulasi kekayaan di kawasan.
Kenaikan kekayaan Adani dipicu oleh reli berkelanjutan saham perusahaan-perusahaan dalam Adani Group. Konglomerasi ini mencakup pelabuhan, energi, bandara, hingga sumber daya alam, yang semuanya mendapat dorongan dari optimisme investor terhadap pertumbuhan ekonomi India dan agenda transisi energi.
Dilansir dari The Economic Times, Senin (20/4/2026), disebutkan bahwa, “dengan kekayaan bersih sebesar USD 94,8 miliar (sekitar Rp 1.624 triliun, kurs Rp 17.140 per dolar AS), Adani melampaui Ambani yang memiliki USD 92,5 miliar untuk menjadi orang terkaya di India dan Asia, menurut peringkat miliarder terbaru Bloomberg Billionaires Index.” Laporan yang sama juga menegaskan bahwa, “kenaikan berkelanjutan saham konglomerasi yang bergerak di sektor pelabuhan hingga energi milik Adani telah mengangkat kekayaan bersihnya.”
Secara struktural, kekayaan Adani bertumpu pada kepemilikan saham di 10 perusahaan terdaftar dalam grupnya. Lonjakan valuasi pasar baru-baru ini menambah miliaran dolar AS ke kantongnya, sekaligus menegaskan kuatnya selera investor terhadap aset yang terhubung dengan ekspansi infrastruktur dan energi bersih.
Sebaliknya, kekayaan Ambani yang berbasis pada Reliance Industries—dengan lini energi, telekomunikasi, dan ritel—mengalami pertumbuhan yang lebih moderat. Hal ini mengakibatkan pergeseran peringkat miliarder di kawasan Asia, meskipun Ambani tetap menjadi pemain kunci dalam ekonomi India.
Menurut laporan Bloomberg, melalui Bloomberg Billionaires Index, Gautam Adani saat ini menempati peringkat ke-19 dunia. Secara global, daftar orang terkaya masih dipimpin oleh Elon Musk dengan kekayaan sekitar USD 665 miliar, disusul Larry Page, Sergey Brin, dan Jeff Bezos. Di tengah dominasi para miliarder teknologi dari barat tersebut, hanya Adani dan Mukesh Ambani yang mewakili India dalam 50 besar.
Namun, perjalanan Gautam Adani tidak lepas dari tekanan. Setelah sempat memuncaki daftar orang terkaya Asia pada 2022, valuasi kelompok usahanya terpukul laporan short seller asal AS, Hindenburg Research, yang menggerus sekitar USD 100 miliar nilai pasar. Situasi tersebut membuka jalan bagi Mukesh Ambani untuk kembali ke posisi teratas, sebelum Adani pulih dan kembali memimpin pada 2024.
Sejumlah analis melihat kebangkitan Adani sebagai cerminan perubahan struktural. Analis pasar dari Jefferies, Mahesh Nandurkar, dalam catatannya menyebut, “investor global semakin melihat India sebagai pusat pertumbuhan jangka panjang, khususnya pada sektor infrastruktur dan energi, yang menjadi inti bisnis Adani.” Pernyataan ini memperkuat narasi bahwa lonjakan Adani bukan fenomena sesaat.
Sementara itu, dalam wawancara sebelumnya yang dikutip Reuters, Gautam Adani menegaskan arah strateginya, “kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam infrastruktur dan energi bersih sebagai fondasi pertumbuhan masa depan.” Pernyataan ini menunjukkan fokus jangka panjang yang selaras dengan tren global.
Di sisi lain, Mukesh Ambani pernah menekankan transformasi bisnisnya, dengan menyatakan bahwa Reliance akan “terus berinvestasi pada teknologi digital dan sektor energi baru untuk mempertahankan relevansi di masa depan,” sebagaimana dikutip Reuters. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan keduanya kini meluas ke sektor masa depan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
