
Papan nama Reliance Industries terlihat di sebuah stasiun bahan bakar dekat kompleks Jamnagar Refinery di Gujarat, India (Forbes)
JawaPos.com - Keterlibatan miliarder India Mukesh Ambani dalam proyek kilang minyak baru di Amerika Serikat (AS) dinilai mencerminkan perubahan strategi energi global yang semakin dipengaruhi dinamika geopolitik. Dukungan perusahaan energi raksasa India terhadap proyek tersebut menandai semakin kuatnya peran korporasi Asia dalam infrastruktur energi Amerika.
Langkah ini melibatkan Reliance Industries, konglomerasi energi yang dipimpin Ambani, yang menjadi salah satu pihak pendukung proyek kilang minyak yang direncanakan dibangun di Port of Brownsville, Texas. Proyek ini digagas perusahaan America First Refining dan dipandang sebagai salah satu investasi energi terbesar dalam beberapa dekade terakhir di Amerika Serikat.
Dilansir dari Forbes, Jumat (13/3/2026), dukungan Reliance terhadap proyek tersebut dipandang sebagai langkah strategis yang berkaitan erat dengan ketidakpastian rantai pasok energi dunia. Firma riset investasi Zacks Investment Research menilai keputusan tersebut mencerminkan perubahan lanskap geopolitik energi global.
"Alasan strategis di balik taruhan besar Reliance di Amerika Serikat sangat terkait dengan turbulensi geopolitik saat ini," tulis Zacks dalam catatan risetnya. Mereka menambahkan, "Rantai pasok minyak global semakin rapuh di tengah volatilitas geopolitik, yang ditandai dengan eskalasi konflik di Timur Tengah dan operasi 'Epic Fury' yang menargetkan pengaruh Iran."
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan proyek pembangunan kilang minyak tersebut melalui platform Truth Social. Dalam pernyataannya, Trump menyebut proyek tersebut sebagai investasi energi bersejarah bagi Amerika Serikat.
"Ini adalah kesepakatan bersejarah senilai 300 miliar dolar AS, yang terbesar dalam sejarah Amerika Serikat," tulis Trump. "Terima kasih kepada mitra kami di India, dan perusahaan energi swasta terbesar mereka, Reliance, atas investasi luar biasa ini."
Dengan kurs sekitar Rp 16.910 per dolar AS, nilai investasi itu setara sekitar Rp 5.073 triliun. Jika terealisasi, fasilitas tersebut akan menjadi kilang minyak baru pertama yang dibangun di Amerika Serikat dalam hampir lima dekade terakhir.
Selain investasi tersebut, proyek ini juga mencakup perjanjian selama 20 tahun bagi Reliance untuk memproses dan mendistribusikan minyak serpih Amerika Serikat. Skema ini sekaligus memperluas kehadiran perusahaan energi India itu di sektor energi Amerika.
Presiden America First Refining, Trey Griggs, menilai proyek ini krusial bagi infrastruktur energi nasional. "Ini adalah salah satu proyek infrastruktur energi paling penting di Amerika saat ini," ujarnya. Dia menambahkan, "Amerika Serikat memiliki surplus minyak serpih ringan, tetapi kekurangan kapasitas kilang yang dirancang untuk memprosesnya."
Menurut Griggs, pembangunan kilang di Brownsville akan membuka peluang ekspansi produksi energi sekaligus menciptakan ribuan lapangan kerja berupah tinggi. "Dengan membangun kilang ini, kami membuka ekspansi besar produksi energi Amerika sekaligus memperkuat rantai pasok domestik," katanya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
