Korea Utara mengutuk serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran (AP, Reuters, Yonhap)
JawaPos.com - Korea Utara melontarkan kecaman keras terhadap serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran.
Dalam pernyataannya, Pyongyang menyebut AS dan Israel berperilaku layaknya gangster atas operasi militer skala besar yang dilakukan pada Sabtu waktu Amerika Serikat.
Menurut laporan media pemerintah Iran, serangan gabungan ini merupakan operasi besar yang secara tragis telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa ini terjadi di tengah kebuntuan pembicaraan nuklir tidak langsung antara Washington dan Teheran.
Kematian Ayatollah Ali Khamenei membuat Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan segera menunjuk pimpinan Iran yang baru.
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Korea Central News Agency (KCNA), Korea Utara mengatakan bahwa serangan Israel terhadap Iran dilakukan dengan dukungan aktif dari Amerika Serikat.
Menurut Korea Utara, tindakan militer Amerika Serikat merupakan sebuah tindakan agresi yang sepenuhnya melanggar hukum, dan pelanggaran berat terhadap kedaulatan sebuah negara.
Dikutip dari Korea Times, ancaman militer Amerika Serikat yang telah berlangsung lama terhadap Iran di Timur Tengah memang telah lama diperkirakan akan meningkat menjadi serangan militer yang sebenarnya.
Melansir dari KCNA, Korea Utara dengan jelas menggambarkan Amerika Serikat dan Israel memiliki sifat hegemonik dan seperti gangster.
"Tindakan agresi semacam itu tidak dapat dibenarkan dengan cara apa pun, dan tidak dapat ditoleransi dalam keadaan apa pun," tegas media pemerintah Korea Utara.
Serangan terbaru yang diberi kode nama 'Operasi Epic Fury' ini terjadi hanya berselang 8 bulan setelah 'Operasi Midnight Hammer' yang menargetkan fasilitas nuklir utama Iran.
Tindakan agresif ini memicu kekhawatiran besar akan meletusnya konflik regional yang lebih luas. Hal ini terjadi justru saat Amerika Serikat sebenarnya sedang berupaya mempertajam fokusnya untuk melawan saingan geopolitik utamanya, yakni China.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
