Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 April 2026 | 03.49 WIB

Jerman Wajibkan Integrasi Baterai pada Proyek Energi Surya Baru untuk Atasi Lonjakan Produksi Listrik

Panel surya terpasang di pabrik Volkswagen di Dresden, mencerminkan integrasi energi terbarukan dalam sektor industri Jerman (Bloomberg) - Image

Panel surya terpasang di pabrik Volkswagen di Dresden, mencerminkan integrasi energi terbarukan dalam sektor industri Jerman (Bloomberg)

JawaPos.com - Pemerintah Jerman mengubah pendekatan dalam transisi energi dengan mendorong integrasi sistem penyimpanan baterai pada setiap proyek pembangkit listrik tenaga surya baru. Kebijakan ini menandai pergeseran dari sekadar meningkatkan kapasitas energi terbarukan menuju pengelolaan produksi listrik yang lebih terkendali dan selaras dengan kebutuhan pasar.

Langkah tersebut tidak muncul tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, Jerman menghadapi lonjakan produksi listrik surya yang tidak selalu sejalan dengan pola konsumsi. Ketika intensitas matahari tinggi, pasokan listrik melimpah dalam waktu bersamaan, sementara permintaan belum tentu meningkat, sehingga menciptakan tekanan pada sistem kelistrikan nasional.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (17/4/2026), kementerian ekonomi Jerman tengah menyiapkan insentif bagi pengembang untuk menggabungkan teknologi panel surya dengan sistem penyimpanan energi dalam revisi Undang-Undang Energi Terbarukan. Kepala departemen kelistrikan kementerian tersebut, Christian Schmidt, menilai langkah ini penting di tengah meningkatnya frekuensi kelebihan produksi listrik surya.

Schmidt menjelaskan, "Penambahan baterai pada pembangkit listrik tenaga surya memberikan fleksibilitas untuk memastikan listrik tidak dialirkan ke jaringan pada siang hari, ketika tidak ada yang mengonsumsi—melainkan pada waktu puncak saat permintaan ada. Hal ini tidak hanya mengurangi biaya subsidi tetapi juga biaya listrik."

Dengan demikian, integrasi baterai diposisikan sebagai instrumen utama untuk mengatasi ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi energi. Energi yang sebelumnya berpotensi terbuang kini dapat disimpan dan dialirkan kembali ketika permintaan meningkat, sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga stabilitas sistem.

Namun, kebijakan ini juga diiringi langkah penyesuaian fiskal. Pemerintah berencana mengurangi subsidi energi surya untuk menekan beban pada jaringan listrik yang pertumbuhannya tertinggal dibandingkan ekspansi energi terbarukan. Ketimpangan ini telah menjadi isu struktural dalam sistem energi Jerman.

Wakil ketua Badan Jaringan Federal, Barbie Haller, mengungkapkan bahwa biaya pembatasan produksi listrik diperkirakan mencapai 3,7 miliar euro atau sekitar Rp 74,88 triliun (dengan kurs Rp 20.240 per euro) tahun ini, meningkat dari estimasi sebelumnya 3,1 miliar euro. Kenaikan ini mencerminkan besarnya biaya yang harus ditanggung akibat ketidakseimbangan antara produksi dan kapasitas jaringan.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti risiko teknis apabila sistem penyimpanan dikembangkan tanpa integrasi yang tepat. Schmidt memperingatkan bahwa baterai yang hanya dimanfaatkan untuk memanfaatkan selisih harga listrik berpotensi membebani sistem.

Dia menyatakan bahwa dalam kondisi tersebut, baterai dapat melakukan siklus pengisian dan pengosongan hingga 20 kali dalam sehari. "Hal tersebut akan menjadi masalah bagi sistem karena penurunan tegangan yang terjadi sering terjadi," ujarnya, menegaskan pentingnya perencanaan yang terintegrasi.

Secara lebih luas, kebijakan ini mencerminkan perubahan arah dalam strategi energi global Jerman. Fokus tidak lagi semata pada peningkatan kapasitas produksi energi bersih, melainkan pada kemampuan sistem untuk menyerap, menyimpan, dan mendistribusikan energi secara efisien.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore