Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 April 2026 | 06.33 WIB

Inggris Menolak Ikut Blokade Hormuz, Sekutu Barat Mulai Jaga Jarak dari Donald Trump

ILUSTRASI Selat Hormuz. Harga minyak mentah acuan Brent naik 8 persen pada Minggu (12/4) ke level USD 103 per barel. (Freepik) - Image

ILUSTRASI Selat Hormuz. Harga minyak mentah acuan Brent naik 8 persen pada Minggu (12/4) ke level USD 103 per barel. (Freepik)

JawaPos.com - Langkah Presiden Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz mulai ditinggalkan sekutu-sekutu dekatnya. Inggris secara tegas menyatakan tidak akan terlibat, di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan tersebut justru memperluas konflik global.

Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan London tidak akan mendukung blokade yang diumumkan Washington. Ia menekankan Inggris tidak ingin terseret lebih jauh dalam konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

“Kami tidak mendukung blokade ini dan tidak akan ikut terseret dalam perang,” tegas Starmer dalam wawancara radio BBC.

Alih-alih mendukung aksi militer, Starmer menekankan pentingnya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan urat nadi energi global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintas di wilayah tersebut dalam kondisi normal.

Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan akses pelayaran kembali normal demi menjaga stabilitas ekonomi global.

“Kami fokus memastikan selat itu terbuka sepenuhnya, dan upaya diplomatik akan terus kami dorong,” ujarnya.

Penolakan Inggris bukan satu-satunya. Sejumlah sekutu AS lainnya juga mulai bersikap kritis. Presiden Perancis Emmanuel Macron bahkan mengumumkan rencana konferensi bersama Inggris untuk membahas kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Macron menegaskan bahwa semua upaya diplomasi harus dimaksimalkan untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menilai rencana blokade tersebut tidak masuk akal dan justru memperburuk situasi.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mendesak agar negosiasi dengan Iran segera dilanjutkan dan jalur pelayaran dibuka secepat mungkin.

Banyak pihak menilai langkah blokade ini bukan sekadar tekanan politik, melainkan berpotensi memicu babak baru konflik berskala besar. Kebijakan tersebut juga dinilai bisa berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, terutama sektor energi.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore