
Tim penyelamat bekerja di lokasi serangan Israel, di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah, di Beirut, Lebanon, 5 April 2026. (ArabWeekly).
JawaPos.com - Upaya perdamaian di Timur Tengah yang sempat membuka harapan kembali berada di ujung tanduk.
Itu setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon, termasuk ibu kota Beirut, hanya beberapa saat setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran diumumkan.
Serangan intens yang masih dilancarkan hingga Kamis (9/4) tersebut menewaskan lebih dari 300 orang dalam satu hari, menjadikannya salah satu hari paling mematikan sejak konflik meluas awal Maret.
Kondisi di Beirut digambarkan seperti zona perang total. Tim penyelamat bekerja sepanjang malam mencari korban di antara reruntuhan bangunan.
Seorang tenaga medis di Rumah Sakit American University Beirut menggambarkan situasi yang ia saksikan.
“Asap, api, dan teriakan ada di mana-mana. Rasanya seperti film, tapi ini nyata,” ujarnya mengutip NBC News.
Rumah sakit dipenuhi korban, termasuk bayi yang datang tanpa orang tua dalam kondisi trauma.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan ratusan korban jiwa dan ratusan lainnya luka-luka, dengan angka yang diperkirakan terus bertambah.
Serangan ini langsung mengancam kesepakatan gencatan senjata dua pekan yang sebelumnya diumumkan Presiden AS, Donald Trump.
Kesepakatan tersebut awalnya diharapkan menjadi pintu masuk menuju negosiasi damai antara Washington dan Teheran.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
