
Selat Hormuz tetap tertutup, seluruh Teluk Persia wilayah kami. (CNA)
JawaPos.com — Iran akan membuka jalur pelayaran Selat Hormuz selama dua minggu. Syaratnya, serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel harus dihentikan.
Langkah ini muncul bersamaan dengan gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan. Keputusan ini menjadi jeda penting dalam konflik yang telah memasuki minggu keenam dan berdampak pada pasokan energi global serta keamanan regional.
Dilansir dari CNA, Rabu (8/4), pemerintah Iran menyatakan bahwa selama periode dua minggu tersebut, lalu lintas maritim akan dibuka dan dapat melewati Selat Hormuz “dengan koordinasi bersama Angkatan Bersenjata Iran dan dengan memperhatikan keterbatasan teknis.”
Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam unggahan di media sosial platform X, menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata dan akan dimanfaatkan sebagai waktu untuk pembicaraan lebih lanjut dengan Amerika Serikat.
Kesepakatan dua minggu ini dipicu oleh pengumuman Presiden AS, Donald Trump, yang mengatakan telah setuju untuk menghentikan operasi militer terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu. Keputusan itu datang hanya kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang Trump tetapkan bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui hampir seperlima pasokan minyak dunia. Trump menyebut kesepakatan ini sebagai gencatan senjata “dua sisi”.
Langkah Trump tersebut juga mendapat dukungan dari sekutu utama, termasuk Israel, yang menurut pejabat Gedung Putih setuju untuk menghentikan kampanye pengebomannya terhadap Iran dan sekitarnya selama periode gencatan senjata. Namun, militer Israel kemudian melaporkan bahwa mereka mengidentifikasi peluncuran rudal dari wilayah Iran menuju Israel beberapa menit setelah pengumuman itu.
Kesepakatan sementara ini merupakan titik balik dramatis dalam beberapa hari penuh ketegangan. Sebelumnya, Trump mengeluarkan ancaman keras di media sosial bahwa “sebuah peradaban akan binasa malam ini” jika tuntutan AS tidak dipenuhi, sebuah pernyataan yang mengejutkan pemimpin dunia dan memicu kecaman luas, termasuk dari Organisasi Perserikatan Bangsa‑Bangsa.
Perdamaian sementara ini dimediasi oleh Pakistan, yang memainkan peran sentral dalam mempertemukan kedua pihak menjelang pengumuman. Trump mengatakan bahwa kesepakatan ini dicapai melalui percakapan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Jenderal Asim Munir. Iran menyerahkan proposal 10 poin yang disebut Trump sebagai basis yang layak bagi negosiasi dan bahwa kesepakatan akhir diperkirakan akan “difinalisasi” selama jeda dua minggu ini.
Di pihak Iran, persetujuan untuk gencatan senjata mencerminkan tuntutan negara itu bahwa perang tidak akan berhenti kecuali ada jaminan atas pengakuan kontrol Iran terhadap Selat Hormuz dan program pengayaan uraniumnya, serta pencabutan sanksi ekonomi yang berat. Iran sebelumnya menolak jeda sementara tanpa kondisi yang lebih permanen, tetapi kini bersedia menjadikan penghentian serangan sebagai prasyarat gencatan senjata.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
