
Ilustrasi milisi bersenjata pro-Iran intensifkan serangan balasan ke wilayah teluk yang terafiliasi Amerika Serikat. (Middle East Online)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu kontroversi baru setelah mengklaim bahwa Washington sempat mencoba secara diam-diam mempersenjatai demonstran di Iran melalui perantara kelompok Kurdi, beberapa minggu sebelum perang pecah.
Dalam wawancara yang dikutip Fox News pada Minggu (5/4), Trump mengatakan, “Kami mengirim senjata kepada para demonstran, banyak sekali,” seraya menambahkan bahwa ia meyakini senjata tersebut justru disimpan oleh pihak Kurdi dan tidak sampai ke tangan demonstran.
Pernyataan ini muncul di tengah konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari, beberapa pekan setelah gelombang protes besar pecah di negara tersebut. Demonstrasi itu dipicu krisis ekonomi yang memburuk akibat sanksi panjang dari AS.
Sejumlah laporan media, termasuk dari Channel 12 Israel, sebelumnya juga menyebut adanya keterlibatan 'aktor asing' dalam mempersenjatai demonstran selama aksi protes pada Januari.
Namun, klaim Trump soal skala kekerasan turut menuai keraguan. Ia menyebut sekitar 45.000 warga sipil 'dibantai' oleh Iran selama protes berlangsung, angka yang tidak dapat diverifikasi secara independen.
Pemerintah Iran sendiri menyatakan jumlah korban tewas mencapai 3.117 orang, sembari menolak tudingan bahwa aparat negara bertanggung jawab. Teheran justru menuduh para demonstran sebagai 'perusuh', 'sabotase', hingga 'teroris', dan mengklaim ratusan aparat keamanan juga menjadi korban.
Sementara itu, kelompok pemantau HAM berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency, melaporkan telah memverifikasi 6.872 kematian dan masih menyelidiki lebih dari 11.000 kasus tambahan.
Melansir Al-Jazeera, seorang pelapor khusus PBB bahkan memperkirakan jumlah korban bisa melampaui 20.000 orang. Meski demikian, angka-angka ini juga belum dapat diverifikasi secara independen, termasuk oleh Al Jazeera.
Bantahan Tegas Kelompok Kurdi

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
