Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 April 2026 | 01.40 WIB

Donald Trump Klaim AS Kirim Senjata ke Demonstran Iran Lewat Kurdi, Kelompok Oposisi: Tidak Satu Peluru Pun

Ilustrasi milisi bersenjata pro-Iran intensifkan serangan balasan ke wilayah teluk yang terafiliasi Amerika Serikat. (Middle East Online) - Image

Ilustrasi milisi bersenjata pro-Iran intensifkan serangan balasan ke wilayah teluk yang terafiliasi Amerika Serikat. (Middle East Online)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu kontroversi baru setelah mengklaim bahwa Washington sempat mencoba secara diam-diam mempersenjatai demonstran di Iran melalui perantara kelompok Kurdi, beberapa minggu sebelum perang pecah.

Dalam wawancara yang dikutip Fox News pada Minggu (5/4), Trump mengatakan, “Kami mengirim senjata kepada para demonstran, banyak sekali,” seraya menambahkan bahwa ia meyakini senjata tersebut justru disimpan oleh pihak Kurdi dan tidak sampai ke tangan demonstran.

Pernyataan ini muncul di tengah konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari, beberapa pekan setelah gelombang protes besar pecah di negara tersebut. Demonstrasi itu dipicu krisis ekonomi yang memburuk akibat sanksi panjang dari AS.

Sejumlah laporan media, termasuk dari Channel 12 Israel, sebelumnya juga menyebut adanya keterlibatan 'aktor asing' dalam mempersenjatai demonstran selama aksi protes pada Januari.

Namun, klaim Trump soal skala kekerasan turut menuai keraguan. Ia menyebut sekitar 45.000 warga sipil 'dibantai' oleh Iran selama protes berlangsung, angka yang tidak dapat diverifikasi secara independen.

Pemerintah Iran sendiri menyatakan jumlah korban tewas mencapai 3.117 orang, sembari menolak tudingan bahwa aparat negara bertanggung jawab. Teheran justru menuduh para demonstran sebagai 'perusuh', 'sabotase', hingga 'teroris', dan mengklaim ratusan aparat keamanan juga menjadi korban.

Sementara itu, kelompok pemantau HAM berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency, melaporkan telah memverifikasi 6.872 kematian dan masih menyelidiki lebih dari 11.000 kasus tambahan.

Melansir Al-Jazeera, seorang pelapor khusus PBB bahkan memperkirakan jumlah korban bisa melampaui 20.000 orang. Meski demikian, angka-angka ini juga belum dapat diverifikasi secara independen, termasuk oleh Al Jazeera.

Bantahan Tegas Kelompok Kurdi

Klaim Trump langsung dibantah oleh berbagai kelompok oposisi Kurdi Iran. Media berbasis di wilayah Kurdi Irak, Rudaw, melaporkan bahwa sejumlah pihak menegaskan tidak pernah menerima bantuan senjata dari AS.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore