Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 April 2026 | 00.58 WIB

SpaceX Elon Musk Ajukan IPO Raksasa, Berpotensi Jadi Penawaran Terbesar dan Ciptakan Kekayaan Generasi

Roket Starship milik SpaceX terlihat di Cameron County, Texas, Amerika Serikat, pada 2024. / Foto: (The New York Times) - Image

Roket Starship milik SpaceX terlihat di Cameron County, Texas, Amerika Serikat, pada 2024. / Foto: (The New York Times)

JawaPos.com — Elon Musk kembali memicu pergerakan besar di pasar modal global setelah SpaceX, perusahaan roket dan satelit miliknya, mengajukan dokumen rahasia untuk penawaran umum perdana (IPO). Langkah ini membuka peluang terciptanya salah satu penawaran saham terbesar dalam sejarah, sekaligus menandai fase baru ekspansi bisnis antariksa berbasis teknologi tinggi.

Di balik rencana tersebut, SpaceX membidik penggalangan dana antara 50 miliar hingga 75 miliar dolar AS atau setara Rp 849,5 triliun hingga Rp 1.274 triliun (kurs Rp 16.990 per dolar AS), dengan valuasi perusahaan yang telah melampaui 1 triliun dolar AS. Skala ini mencerminkan upaya mengunci momentum pendanaan pada level yang jarang terjadi di pasar global.

Dilansir dari The New York Times, Jumat (3/4/2026), pengajuan tersebut dilakukan secara rahasia pada Rabu dan menjadi sinyal kesiapan perusahaan untuk melantai pada Juni. Sumber yang mengetahui rencana itu menyatakan, “SpaceX berkomitmen untuk melantai pada Juni,” sekaligus menegaskan besarnya skala pendanaan yang dibidik.

Lebih dari itu, laporan tersebut menyebut, “penawaran SpaceX dapat menjadi peristiwa penciptaan kekayaan dalam skala besar bagi Wall Street, karyawan perusahaan, dan tentu saja Musk.” Dengan struktur kepemilikan yang masih besar di tangan Elon Musk, potensi kenaikan valuasi pasca-IPO bahkan membuka peluang baginya menjadi individu pertama dengan kekayaan menembus 1 triliun dolar AS.

Sejak didirikan pada 2002, SpaceX telah berevolusi dari proyek ambisius menjadi pemain dominan industri antariksa global. Misi utamanya—menjadikan manusia sebagai spesies multiplanet—diterjemahkan melalui pengembangan roket, program Starship, serta layanan internet satelit Starlink yang kini melayani pemerintah Amerika Serikat hingga militer Ukraina.

Secara operasional, dominasi SpaceX semakin nyata. Di Amerika Serikat, perusahaan ini menyumbang lima dari setiap enam peluncuran luar angkasa. Kinerja finansialnya juga meningkat signifikan, dengan pendapatan naik dari 7,4 miliar dolar AS pada 2023 menjadi proyeksi 15,5 miliar dolar AS pada 2025. Starlink sendiri menghasilkan sekitar 8 miliar dolar AS pada 2024.

Namun demikian, strategi IPO ini tidak berdiri sendiri. Pada Februari, Musk mengintegrasikan SpaceX dengan perusahaan kecerdasan buatan miliknya, xAI. Dalam struktur baru, SpaceX mencakup Starship, Starlink, chatbot Grok, serta platform X. Integrasi ini mencerminkan upaya membangun ekosistem teknologi terpadu yang menggabungkan antariksa dan kecerdasan buatan.

Sejalan dengan integrasi tersebut, dana hasil IPO direncanakan untuk membiayai proyek-proyek jangka panjang berbiaya tinggi, termasuk peluncuran pusat data kecerdasan buatan ke orbit, pembangunan koloni di bulan, serta misi manusia ke Mars. Dalam memo internal, Musk menyebut pusat data orbital sebagai “cara termurah untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI dalam dua hingga tiga tahun,” meskipun konsep tersebut masih belum teruji.

Di sisi lain, sejumlah analis menilai rencana ini sarat risiko. Ross Gerber, investor yang juga pemegang saham SpaceX, menyatakan, “Ini waktu yang buruk untuk melantai di bursa,” merujuk pada kondisi geopolitik dan ekonomi global yang tidak menentu. Dalam penjelasannya, dia mengungkapkan, “Elon melihat ada jendela peluang untuk mendanai berbagai ambisi besar ini dalam periode tertentu... dengan menggabungkan dua bisnis yang merugi dengan satu yang kuat, ia berupaya menjaga seluruh operasinya tetap berjalan.”

Sebaliknya, optimisme datang dari kalangan investor lain. Brett Winton dari Ark Invest menilai skala IPO ini sejalan dengan peluang yang dihadapi perusahaan. “Jumlahnya sebanding dengan besarnya peluang,” ujarnya, seraya memperkirakan valuasi SpaceX dapat mencapai 2,5 triliun dolar AS pada 2030.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore