
Ilustrasi: Serangan Israel ke Lebanon langgar kesepakatan gencatan senjata. (Al-Arabiya)
JawaPos.com - Jumlah korban serangan Israel di Lebanon terus bertambah. Terkini, PBB mengatakan, jika hampir sepertiga dari 1 juta lebih pengungsi di Lebanon adalah anak-anak seiring meningkatnya serangan Israel.
"Semalam hingga dini hari, serangan Israel di Beirut pusat dilaporkan menimbulkan korban tambahan," kata juru bicara PBB Farhan Haq dalam konferensi pers, dilansir dari Antara, Kamis (19/3).
Ia menambahkan kawasan permukiman juga menjadi sasaran sehingga sebuah bangunan bertingkat runtuh.
Menyoroti serangan terhadap fasilitas kesehatan, Haq mengatakan otoritas setempat melaporkan tiga rumah sakit pemerintah rusak parah dan tenaga kesehatan terluka.
Ia menyebut lebih dari 1 juta orang kini mengungsi, termasuk sekitar 367.000 anak-anak.
Pertempuran antara pasukan Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon belum menunjukkan tanda mereda.
Mengutip misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Haq melaporkan situasi keamanan yang memburuk drastis di wilayah operasinya.
Ia mencatat adanya baku tembak sengit, peningkatan aktivitas udara dan darat, serta bertambahnya pasukan Israel di wilayah Lebanon.
PBB juga menyuarakan kekhawatiran atas perintah evakuasi terbaru dari Israel yang berdampak pada warga sipil di kedua sisi Garis Biru.
"Kami terus menyerukan penurunan ketegangan dan mendesak semua pihak memanfaatkan jalur diplomatik serta kembali berkomitmen pada implementasi penuh resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB," kata Haq.
Israel memperluas serangan militernya di Lebanon setelah pasukan AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.
Pada 2 Maret, kelompok Hizbullah menyerang lokasi militer di Israel utara sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon.
