Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Maret 2026 | 19.12 WIB

Iran Dikabarkan Izinkan Kapal Tanker Melewati Selat Hormuz, tapi Bayar Pakai Mata Uang Yuan

Ilustrasi Selat Hormuz. Iran dikabarkan akan izinkan kapal melintas Selat Hormuz jika transaksi minyak dibayar dengan yuan, berpotensi mengguncang dominasi dolar AS. (Better World Campaign) - Image

Ilustrasi Selat Hormuz. Iran dikabarkan akan izinkan kapal melintas Selat Hormuz jika transaksi minyak dibayar dengan yuan, berpotensi mengguncang dominasi dolar AS. (Better World Campaign)

JawaPos.com - Sejumlah laporan media internasional menyebut Iran tengah mempertimbangkan kebijakan baru yang dapat mengubah dinamika perdagangan energi global. 

Teheran dikabarkan akan mengizinkan sejumlah kapal tanker melintasi Selat Hormuz dengan syarat transaksi minyak atau gas dilakukan menggunakan mata uang yuan Tiongkok (CNY).

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada CNN bahwa pemerintah sedang menyusun kebijakan baru terkait lalu lintas kapal tanker di jalur energi strategis tersebut. Salah satu opsi yang dibahas adalah memberikan akses terbatas bagi kapal yang muatannya diperdagangkan menggunakan yuan, bukan dolar AS.

Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya Iran untuk mengatur kembali arus kapal di Selat Hormuz, jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi global.

Jika benar diterapkan, langkah tersebut berpotensi menjadi perubahan besar dalam sistem perdagangan energi internasional yang selama puluhan tahun didominasi oleh dolar AS.

Jalur Energi Dunia di Tengah Konflik

Selat Hormuz sendiri diketahui merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global biasanya melewati jalur ini.

Namun sejak konflik regional yang meletus pada 28 Februari, kawasan tersebut berubah menjadi zona berisiko tinggi bagi pelayaran internasional.

Sedikitnya 16 kapal komersial dilaporkan terkena serangan atau insiden di sekitar Selat Hormuz dan Teluk Persia. Insiden tersebut melibatkan tanker minyak, kapal curah hingga kapal kontainer, yang memicu evakuasi awak kapal serta penghentian operasi di beberapa pelabuhan kawasan.

Situasi ini membuat perusahaan asuransi dan operator pelayaran meninjau ulang perjalanan melalui jalur tersebut. Pasukan Garda Revolusi Iran bahkan memperingatkan bahwa kapal yang melintas di Selat Hormuz dapat menjadi target serangan, memperkuat kekhawatiran bahwa jalur tersebut kini menjadi alat tekanan geopolitik.

Meski demikian, seperti diberitakan sebelumnya, di tengah ketegangan tersebut, ekspor minyak Iran ternyata tetap berjalan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore