Kapal perang Iran IRIS Dena saat berlabuh di Rio de Janeiro, pada Februari 2023. Kapal tersebut ditenggelamkan oleh kapal selam AS di Samudera Hindia. (Ricardo Moraes/Reuters)
JawaPos.com - Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ali Mohammad Naini, menegaskan Iran tidak akan membiarkan Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya mengekspor “setetes pun minyak” dari kawasan Timur Tengah. Hal ini berlaku selama konflik masih berlangsung.
“Di tengah agresi yang terus berlangsung dari Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap rakyat Iran serta infrastruktur sipil kami, angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan setetes pun minyak diekspor dari kawasan ini kepada pihak yang bermusuhan dan mitra mereka hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata Naini dilansir dari Antara Rabu (11/13).
Ia menambahkan bahwa setiap upaya pihak lawan untuk menekan dan mengendalikan harga minyak serta gas hanya akan bersifat sementara dan tidak akan berhasil. Menurut Naini, Teheran saat ini memegang kendali atas perkembangan konflik yang sedang berlangsung.
Ia menegaskan Iran pula yang akan menentukan kapan konflik tersebut akan berakhir. Naini juga menepis pernyataan sejumlah pejabat pemerintah Amerika Serikat yang menyebut kemampuan Iran meluncurkan rudal telah melemah.
Sebaliknya, kata dia, Iran justru akan meningkatkan kekuatan serangan rudalnya. Mulai sekarang, Iran disebut akan meluncurkan rudal yang lebih kuat dengan hulu ledak berbobot sedikitnya satu ton.
Ketegasan tersebut muncul setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari, termasuk di ibu kota Teheran.
Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas serta menimbulkan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Washington dan Tel Aviv pada awalnya menyatakan bahwa serangan yang mereka sebut sebagai langkah “pencegahan” itu diperlukan untuk menghadapi ancaman yang dinilai berasal dari program nuklir Iran.
Namun, dalam perkembangan selanjutnya, kedua negara juga menyampaikan keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan syahid pada hari pertama operasi militer tersebut.
Pemerintah Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Perkembangan konflik tersebut juga memicu reaksi dari sejumlah negara lain.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
