Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Maret 2026, 16.42 WIB

Kapal Meledak di Selat Hormuz saat Timur Tengah Memanas, WNI Jadi Korban 3 Masih Hilang

Selat Hormuz adalah salah satu jalur perdagangan minyak utama dunia, yang ditutup buntut perang antara AS-Israel melawan Iran. Penutupan Selat Hormuz diperkirakan bakal mengerek harga minyak dunia. (Google Maps) - Image

Selat Hormuz adalah salah satu jalur perdagangan minyak utama dunia, yang ditutup buntut perang antara AS-Israel melawan Iran. Penutupan Selat Hormuz diperkirakan bakal mengerek harga minyak dunia. (Google Maps)

 

JawaPos.com - Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah kini berdampak pada insiden maritim yang melibatkan warga negara Indonesia. Sebuah kapal bernama Musaffah 2 dilaporkan meledak di sekitar Selat Hormuz, menyebabkan sejumlah awak kapal menjadi korban, termasuk WNI.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui KBRI Abu Dhabi menyatakan pihaknya tengah memantau secara intensif perkembangan insiden tersebut sekaligus berkoordinasi dengan berbagai otoritas terkait.

Insiden itu dilaporkan terjadi pada 6 Maret 2026 dini hari. Informasi awal diperoleh dari salah satu WNI yang selamat, Sdr. AEN, yang merupakan penumpang sekaligus engineer di kapal Musaffah 2.

Menurut keterangannya kepada KBRI Abu Dhabi pada 7 Maret 2026 pukul 20.00 waktu setempat, kejadian bermula saat kapal kontainer Safeen Prestige mengalami kerusakan di perairan Oman, tidak jauh dari Selat Hormuz.

Perusahaan Safeen Provider kemudian menugaskan kapal Musaffah 2 untuk melakukan pemeriksaan sekaligus perbaikan. Kapal tersebut berangkat dari Ras Al Khaimah, Persatuan Emirat Arab, pada 5 Maret 2026 sore dengan membawa 7 awak kapal dan 6 teknisi.

Musaffah 2 tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Setelah melakukan pemeriksaan, tim teknis menyimpulkan bahwa Safeen Prestige tidak dapat diperbaiki di lokasi karena tidak memiliki suplai listrik.

Akhirnya diputuskan kapal tersebut harus ditarik atau towing ke lokasi yang lebih aman.

Enam teknisi, termasuk awak berinisial AEN, kemudian naik ke kapal Safeen Prestige untuk membantu proses persiapan penarikan. Namun situasi berubah drastis beberapa jam kemudian.

Sekitar pukul 02.00 dini hari pada 6 Maret 2026, ketika proses persiapan penarikan hampir selesai, kapal Musaffah 2 tiba-tiba dilaporkan mengalami ledakan besar yang memicu kebakaran di sejumlah bagian kapal, termasuk anjungan.

Penyebab ledakan tersebut hingga kini masih diselidiki oleh otoritas setempat. Dalam insiden tersebut, beberapa awak kapal berhasil menyelamatkan diri, termasuk satu WNI berinisial YRJ.

Namun tiga WNI lainnya yang merupakan awak kapal Musaffah 2 masih dinyatakan hilang dengan inisial masing-masing yakni MP, SR, dan AS. Selain itu, satu warga negara asing juga dilaporkan hilang dalam peristiwa tersebut.

"KBRI Abu Dhabi saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk KBRI Muscat serta otoritas setempat, untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai penyebab insiden sekaligus perkembangan proses pencarian korban," catat pihak KBRI melalui keterangannya.

Selain itu, perwakilan RI juga memfasilitasi penanganan terhadap WNI yang selamat dan memastikan hak serta perlindungan bagi WNI yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Menyusul insiden ini dan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang tengah memanas, KBRI Abu Dhabi mengimbau seluruh WNI di wilayah Persatuan Emirat Arab, termasuk awak kapal Indonesia yang bekerja di kapal laut, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore