
Greg Abel, CEO Berkshire Hathaway, di tengah masa transisi kepemimpinan dari Warren Buffett (Engadget)
JawaPos.com - Pergantian kepemimpinan di Berkshire Hathaway memasuki fase baru setelah Greg Abel resmi mengambil alih posisi direktur utama dari investor legendaris Warren Buffett pada awal tahun ini. Transisi di salah satu konglomerasi investasi terbesar di dunia tersebut menjadi perhatian pasar global karena Buffett selama lebih dari enam dekade menjadi figur sentral yang membentuk strategi dan reputasi perusahaan.
Bagi investor internasional, perubahan ini bukan sekadar pergantian jabatan. Tantangan utamanya adalah menjaga kesinambungan filosofi investasi Berkshire Hathaway yang selama puluhan tahun dikenal menekankan disiplin finansial, pendekatan jangka panjang, serta penilaian berbasis nilai intrinsik perusahaan.
Greg Abel mengatakan komunikasi dengan Buffett masih berlangsung hampir setiap hari. Meski telah mundur dari jabatan CEO, Buffett tetap rutin datang ke kantor pusat perusahaan di Omaha, Nebraska.
"Dia berada di kantor setiap hari, jadi kami berbicara setiap hari jika saya berada di Omaha, kami selalu terhubung," kata Abel dalam wawancara di program Squawk Box CNBC.
Menurut Abel, komunikasi tersebut tetap berlangsung bahkan ketika dia sedang melakukan perjalanan bisnis. Percakapan itu kerap menjadi sarana untuk bertukar pandangan mengenai kondisi pasar dan arah perusahaan.
"Ketika saya sedang bepergian, seperti kemarin, saya biasanya tetap menghubunginya untuk bertukar pandangan tentang apa yang dia lihat, apa yang dia dengar, serta bagaimana saya memandang situasi yang sedang terjadi," ujarnya.
Walaupun tidak lagi memimpin perusahaan secara langsung, Buffett tetap menjabat sebagai ketua dewan direksi. Dalam surat tahunan pertamanya kepada pemegang saham, Abel juga menegaskan bahwa Buffett masih bekerja di kantor secara rutin, yakni "lima hari dalam seminggu."
Di sisi lain, Abel mengakui bahwa menggantikan Buffett juga berarti mengambil alih peran sebagai komunikator utama perusahaan kepada investor global. "Posisi tersebut berat dalam segala hal, tetapi Warren adalah komunikator yang luar biasa," kata Abel.
Dia bahkan menyebut penulisan surat tahunan pertamanya kepada pemegang saham sebagai salah satu tantangan terbesar sejak menjabat sebagai CEO.
"Itu tidak mudah. Saya mengatakan kepada Warren, 'tanggung jawab yang dialihkan memang besar, tetapi dari sisi pekerjaan dan tugas yang harus saya lakukan, itu adalah yang paling sulit'," ujarnya.
Buffett menanggapi dengan candaan, "Surat kedua juga tidak akan menjadi lebih mudah."
Selain itu, berpijak pada prinsip hati-hati yang dijalankan Buffet dalam hal strategi investasi, Abel menegaskan Berkshire Hathaway tidak berencana masuk ke aset kripto, sejalan dengan sikap skeptis Buffett terhadap kelas aset tersebut.
"Saya tidak melihat adanya peluang bagi Berkshire Hathaway untuk berinvestasi di aset kripto," kata Abel.
Namun demikian, dia membuka kemungkinan investasi di sektor teknologi. "Ketika berbicara tentang teknologi, bahkan dari perspektif operasional, dampaknya memungkinkan kami membangun pandangan yang lebih kuat dan basis pengetahuan yang lebih baik tentang perusahaan-perusahaan teknologi," jelasnya.
