
Kapal perang Iran IRIS Dena saat berlabuh di Rio de Janeiro, pada Februari 2023. Kapal tersebut ditenggelamkan oleh kapal selam AS di Samudera Hindia. (Ricardo Moraes/Reuters)
JawaPos.com-Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) belum menunjukkan tanda-tanda mereda setelah kapal perang Iran IRIS Dena ditenggelamkan oleh torpedo yang diduga ditembakkan dari kapal selam AS di Samudera Hindia, dekat perairan selatan Sri Lanka.
Insiden ini memicu reaksi keras dari Teheran dan berpotensi memperluas konflik yang juga melibatkan Israel. Iran mengancam akan membalas serangan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras aksi militer tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan brutal di laut lepas.
“Amerika Serikat telah melakukan kekejaman di laut, sekitar 2.000 mil dari pantai Iran,” kata Araghchi pada Kamis (5/3) waktu setempat sesaat mendapatkan kabar bahwa kapal perang mereka diserang oleh AS.
Ia memperingatkan Washington bahwa tindakan tersebut akan membawa konsekuensi serius.
“Catat kata-kata saya: Amerika Serikat akan sangat menyesali preseden yang telah mereka buat,” tegasnya.
Araghchi juga mengatakan fregat IRIS Dena saat itu merupakan 'tamu Angkatan Laut India' setelah mengikuti latihan militer di Teluk Benggala. Kapal tersebut membawa sekitar 130 pelaut saat diserang tiba-tiba di perairan internasional.
Puluhan Pelaut Tewas
Menurut pejabat Sri Lanka, sedikitnya lebih dari 80 pelaut Iran tewas. Lebih dari 30 orang dirawat di rumah sakit dan sejumlah awak masih dinyatakan hilang.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sekitar wilayah laut selatan Sri Lanka.
Menteri Kesehatan Sri Lanka, Nalinda Jayatissa, mengungkapkan kapal Iran lain kini berada dekat perairan teritorial negara tersebut.
“Kami melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan situasi ini, membatasi ancaman terhadap nyawa, dan memastikan keamanan kawasan,” kata Jayatissa dalam sidang parlemen.
Pentagon Sebut Operasi 'Kematian Sunyi'
Di Washington, pejabat militer Amerika memuji operasi tersebut sebagai demonstrasi kekuatan militer global AS.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan kapal perang Iran itu tenggelam setelah terkena torpedo dari kapal selam Amerika.
“Sebuah kapal perang Iran yang mengira aman di perairan internasional diserang kapal selam Amerika,” kata Hegseth kepada wartawan di Pentagon.
“Alih-alih aman, kapal itu tenggelam oleh torpedo. Kematian yang sunyi.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022