Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Maret 2026, 06.06 WIB

Iran Murka Kapal Perangnya Ditenggelamkan AS: Ancam Konsekuensi Pahit, Selat Hormuz Mencekam

Kapal perang Iran IRIS Dena saat berlabuh di Rio de Janeiro, pada Februari 2023. Kapal tersebut ditenggelamkan oleh kapal selam AS di Samudera Hindia. (Ricardo Moraes/Reuters) - Image

Kapal perang Iran IRIS Dena saat berlabuh di Rio de Janeiro, pada Februari 2023. Kapal tersebut ditenggelamkan oleh kapal selam AS di Samudera Hindia. (Ricardo Moraes/Reuters)

JawaPos.com-Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) belum menunjukkan tanda-tanda mereda setelah kapal perang Iran IRIS Dena ditenggelamkan oleh torpedo yang diduga ditembakkan dari kapal selam AS di Samudera Hindia, dekat perairan selatan Sri Lanka.

Insiden ini memicu reaksi keras dari Teheran dan berpotensi memperluas konflik yang juga melibatkan Israel. Iran mengancam akan membalas serangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras aksi militer tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan brutal di laut lepas.

“Amerika Serikat telah melakukan kekejaman di laut, sekitar 2.000 mil dari pantai Iran,” kata Araghchi pada Kamis (5/3) waktu setempat sesaat mendapatkan kabar bahwa kapal perang mereka diserang oleh AS.

Ia memperingatkan Washington bahwa tindakan tersebut akan membawa konsekuensi serius.

“Catat kata-kata saya: Amerika Serikat akan sangat menyesali preseden yang telah mereka buat,” tegasnya.

Araghchi juga mengatakan fregat IRIS Dena saat itu merupakan 'tamu Angkatan Laut India' setelah mengikuti latihan militer di Teluk Benggala. Kapal tersebut membawa sekitar 130 pelaut saat diserang tiba-tiba di perairan internasional.

Puluhan Pelaut Tewas

Menurut pejabat Sri Lanka, sedikitnya lebih dari 80 pelaut Iran tewas. Lebih dari 30 orang dirawat di rumah sakit dan sejumlah awak masih dinyatakan hilang.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sekitar wilayah laut selatan Sri Lanka.

Menteri Kesehatan Sri Lanka, Nalinda Jayatissa, mengungkapkan kapal Iran lain kini berada dekat perairan teritorial negara tersebut.
“Kami melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan situasi ini, membatasi ancaman terhadap nyawa, dan memastikan keamanan kawasan,” kata Jayatissa dalam sidang parlemen.

Pentagon Sebut Operasi 'Kematian Sunyi'

Di Washington, pejabat militer Amerika memuji operasi tersebut sebagai demonstrasi kekuatan militer global AS.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan kapal perang Iran itu tenggelam setelah terkena torpedo dari kapal selam Amerika.

“Sebuah kapal perang Iran yang mengira aman di perairan internasional diserang kapal selam Amerika,” kata Hegseth kepada wartawan di Pentagon.

“Alih-alih aman, kapal itu tenggelam oleh torpedo. Kematian yang sunyi.”

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore