
Warren Buffett dan Bill Gates dalam sebuah pertemuan (Fortune)
JawaPos.com - Gelombang baru dalam dunia filantropi global mulai mengubah cara keluarga dengan kekayaan sangat besar mengelola harta mereka. Anak-anak dari para miliarder kini semakin vokal mendorong percepatan penyaluran kekayaan keluarga, menekan agar komitmen donasi tidak lagi berjalan lambat dan berjangka sangat panjang.
Fenomena ini terjadi di tengah proyeksi besar peralihan kekayaan global yang diperkirakan mencapai sekitar 124 triliun dolar Amerika Serikat hingga 2048. Generasi milenial dan generasi X kini berada di posisi kunci dalam mengelola dan menentukan arah penggunaan kekayaan lintas generasi tersebut.
Dilansir dari Fortune, Senin (29/6/2026), perubahan ini juga mengguncang ekosistem Giving Pledge, sebuah inisiatif yang digagas oleh Warren Buffett, Bill Gates, dan Melinda French Gates pada 2010 untuk mendorong para miliarder menyumbangkan sebagian besar kekayaan mereka.
Laporan terbaru Milken Institute menyoroti bahwa tekanan terhadap kelompok superkaya semakin meningkat seiring ketimpangan kekayaan yang melebar secara global.
Melissa Stevens, wakil presiden eksekutif bidang filantropi strategis di Milken Institute sekaligus penulis laporan tersebut, mengatakan, "Ketimpangan kekayaan tidak pernah sebesar saat ini, dan kita memiliki sorotan yang jauh lebih tajam terhadap kelompok kaya. Hal ini meningkatkan taruhannya."
Menurut Stevens, meningkatnya pengawasan publik membuat filantropi tidak lagi cukup hanya bersifat jangka panjang dan simbolik, tetapi harus lebih cepat, lebih responsif, dan lebih berdampak langsung terhadap persoalan sosial yang mendesak.
Di dalam keluarga para miliarder sendiri, tekanan tersebut kini juga datang dari generasi muda. Katherine Lorenz, pemimpin kelompok generasi berikutnya dalam Giving Pledge, menyebutkan bahwa anak-anak dan cucu dari para miliarder semakin aktif mendorong orang tua mereka untuk mempercepat distribusi kekayaan.
"Saya melihat semakin banyak generasi muda yang mendorong orang tua mereka untuk memberi lebih banyak," ujar Lorenz kepada Fortune. "Mereka mengatakan: kalian sudah cukup kaya, saatnya memberikan itu, dan memberikannya lebih cepat." Dia juga menambahkan, "Banyak dari mereka sudah siap menyalurkan modal lebih cepat. Kadang hambatannya justru ada pada generasi yang lebih tua."
Sementara itu, ketimpangan kekayaan global terus mengalami peningkatan. Data dari lembaga Oxfam mencatat kekayaan miliarder naik lebih dari 16 persen pada tahun lalu hingga mencapai sekitar 18,3 triliun dolar Amerika Serikat.
Di sisi lain, survei Pew tahun 2026 menunjukkan hampir sepertiga anak muda berusia 18–29 tahun menilai kekayaan ekstrem di tengah ketimpangan ekonomi sebagai sesuatu yang tidak dapat dibenarkan secara moral.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022