Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. (Office of the Iranian Supreme Leader/West Asia News Agency/Reuters).
JawaPos.com - Pemerintah Iran telah mengumumkan bahwa pemimpin agung mereka, Ayatollah Ali Khamenei wafat pasca serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2). Namun, mereka memastikan Republik Islam Iran tetap tegak berdiri. Sebagai negara, Iran memiliki mekanisme dan sistem pergantian pemimpin agung.
Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menjelaskan bahwa undang-undang di Iran telah mengatur mekanisme dan sistem pergantian pemimpin agung. Karena itu, sepeninggal Khamenei, pemerintahan Iran tetap berlangsung. Dia menyebut, mekanisme pergantian itu disiapkan untuk berbagai kondisi dan situasi.
”Berdasarkan undang-undang di Iran, apabila dikarenakan alasan apapun seorang pemimpin agung tidak ada, misalkan terbunuh, sakit, meninggal dunia, atau dikarenakan alasan apapun tidak aktif lagi sebagai pemimpin tertinggi, dan apabila pemimpin tersebut tidak memiliki wakil yang bekerja, maka berdasarkan undang-undang negara kami akan dibentuk sebuah dewan kepemimpinan,” kata dia.
Dewan kepemimpinan itu bersifat sementara. Anggotanya terdiri atas presiden Republik Islam Iran, pemegang kekuasaan yudikatif Iran, dan dewan ahli dari Dewan Garda Penjaga Konstitusi. Mereka akan menjadi dewan kepemimpinan sementara sampai pemimpin agung Iran ditetapkan. Dalam pelaksanaan tugasnya, dewan kepemimpinan itu akan melakukan sidang untuk menentukan pemimpin agung Iran.
”Yang mana secara langsung dewan ini telah dipilih oleh masyarakat. Dewan ini akan mengadakan sidang atau pertemuan, kemudian melalui sebuah mekanisme yang terdefinisi akan menentukan pemimpin tertinggi yang berikutnya,” terang Boroujerdi.
Dia menegaskan, Iran adalah negara kuat dengan sejarah panjang. Iran tidak akan goyah oleh serangan Israel dan AS meski pemimpin agung mereka telah wafat. Mekanisme dan sistem dalam undang-undang di Iran, lanjut dia, memungkinkan pergantian pemimpin agung sekaligus pemimpin tertinggi di Iran secara cepat dan tepat.
”Apabila terjadi ketidakaktifan atau dikarenakan alasan apapun seorang pejabat tinggi negara tidak ada, maka dengan mudah bisa digantikan oleh pejabat lain. Hal ini juga berlaku bagi pemimpin tertinggi Republik Islam Iran,” tegasnya.
Lebih lanjut, Boroujerdi pun menegaskan bahwa Pemerintah Iran adalah pemerintahan yang terorganisir dengan baik. Karena itu, wafatnya Khamenei tidak lantas menghentikan langkah Iran. Dia menyatakan bahwa tindakan yang diambil Iran untuk merespons serangan Israel dan AS merupakan wujud pembelaan diri atas upaya agresi.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
