Tokoh oposisi Iran Reza Pahlavi. (Istimewa)
JawaPos.com-Tokoh oposisi utama Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, mengirimkan pesan kuat di tengah situasi panas yang menyelimuti Teheran. Pahlavi menegaskan bahwa momen krusial untuk mengakhiri rezim Republik Islam telah tiba, didukung oleh bantuan internasional yang mulai mengalir.
Melalui sosial media X miliknya, putra mendiang Shah Iran ini menyoroti bahwa intervensi yang terjadi saat ini bukanlah serangan terhadap kedaulatan negara, melainkan upaya kemanusiaan untuk melumpuhkan "mesin pembunuh" penguasa saat ini.
Intervensi Kemanusiaan dan Janji Amerika Serikat
Pahlavi mengungkapkan bahwa dukungan yang dijanjikan oleh Amerika Serikat kini telah menjadi kenyataan. Namun, ia menekankan bahwa nasib akhir bangsa tetap berada di tangan rakyat Iran sendiri.
"Bantuan yang dijanjikan Presiden Amerika Serikat kepada rakyat Iran yang gagah berani kini telah tiba. Ini adalah intervensi kemanusiaan; dan sasarannya adalah Republik Islam aparatus penindasannya, dan mesin pembunuhnya; bukan negara dan bangsa Iran yang agung," ujar Pahlavi dikutip Sabtu (28/2).
Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa kemenangan sudah di depan mata. "Namun, terlepas dari bantuan ini kemenangan akhir tetap akan menjadi milik kita. Kitalah, rakyat Iran, yang akan menyelesaikan tugas dalam pertempuran terakhir ini. Waktu untuk kembali turun ke jalan sudah dekat," tegasnya.
Peringatan Keras untuk Militer dan Pasukan Keamanan
Seiring dengan goyahnya stabilitas rezim, Pahlavi memberikan pilihan sulit bagi aparat keamanan Iran. Ia meminta militer untuk mengingat sumpah setia mereka kepada tanah air, bukan kepada penguasa.
Pahlavi memberikan pesan yang sangat lugas kepada aparat.
"Anda telah bersumpah untuk menjadi pelindung lran dan bangsa Iran, bukan pelindung Republik Islam dan para pemimpinnya. Tugas Anda adalah membela rakyat, bukan membela rezim yang telah menyandera tanah air kita melalui penindasan dan kejahatan. Bergabunglah dengan bangsa ini dan bantu memastikan transisi yang stabil dan aman. Jika tidak, Anda akan tenggelam bersama kapal Khamenei dan rezimnya yang rusak," katanya.
Pesan Khusus untuk Donald Trump: Lindungi Sipil
Di sisi lain, Pahlavi juga menyampaikan pesan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan namun memberikan catatan penting terkait keselamatan warga sipil di tengah konflik yang memanas.
"Bangsa Iran yang mulia, meskipun menghadapi penindasan dan pembunuhan brutal dari rezim ini, telah berdiri teguh selama hampir dua bulan. Sekarang saya meminta Anda untuk berhati-hati sepenuhnya untuk melindungi nyawa warga sipil dan sesama warga negara saya," tuturnya.
Pahlavi meminta warga Iran untuk tetap tenang namun bersiap untuk aksi puncak. Ia mengimbau masyarakat untuk memantau instruksi selanjutnya melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk gelombang radio jika akses internet diputus oleh pemerintah.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
