
Tokoh oposisi Iran Reza Pahlavi. (Istimewa)
JawaPos.com - Kabar gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara yang dilaporkan dilakukan Amerika Serikat dan Israel memicu reaksi dari tokoh oposisi di pengasingan.
Putra mahkota Iran yang hidup di luar negeri, Reza Pahlavi, menyerukan rakyat Iran untuk bersiap menghadapi babak baru pasca kepemimpinan Republik Islam.
Dilaporkan sejumlah media internasional, termasuk The New York Post, Minggu (1/3), Pahlavi yang telah menetap di Amerika Serikat sejak Revolusi Iran 1979, menyampaikan pernyataannya melalui akun resmi X miliknya.
Baca Juga:Ramalan Shio Besok Senin 2 Maret 2026: Kambing Hoki Hubungan dan Kuda Jalin Koneksi Bisnis
Ia merespons laporan yang menyebut Khamenei tewas setelah rentetan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Dalam unggahannya, Pahlavi menggunakan kiasan tajam untuk menggambarkan sosok Khamenei.
"Zahhak yang haus darah (raja jahat dalam mitologi Iran) di zaman kita, pembunuh puluhan ribu putra dan putri Iran yang paling berani, telah dihapus dari halaman sejarah. Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan akan segera dibuang ke tong sampah sejarah," tulisnya di X.
Ia juga menilai setiap upaya rezim untuk menunjuk penerus Khamenei tidak akan memiliki legitimasi. Pahlavi menyebut bahwa figur pengganti mana pun akan akan gagal karena, menurutnya, mereka tetap terlibat dalam kejahatan yang dilakukan rezim selama ini.
Tak hanya itu, tokoh yang merupakan putra mendiang Shah Iran, Mohammad Reza Pahlavi, tersebut turut mengirim pesan langsung kepada unsur militer, aparat keamanan, dan kepolisian di Iran. Ia memperingatkan agar mereka tidak lagi berdiri di belakang sistem yang ia anggap telah kehilangan dasar moral dan politik.
Menurutnya, aparat negara seharusnya bergabung dengan rakyat untuk memastikan proses transisi yang stabil menuju Iran yang bebas dan makmur.
Pahlavi bahkan menyebut kematian Khamenei sebagai momentum 'perayaan nasional besar' bagi Iran dan mengajak masyarakat untuk bersiap turun ke jalan.
"Waktu untuk kehadiran besar-besaran dan tegas di jalanan sudah sangat dekat. Bersama- sama, bersatu dan teguh, kita akan mengamankan kemenangan akhir, dan kita akan merayakan kemerdekaan Iran di seluruh tanah air kita yang diciptakan oleh Ahura. Hidup Iran!" tulisnya.
Sebagai informasi, Khamenei memegang tampuk kepemimpinan tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini yang wafat pada tahun tersebut. Khomeini sebelumnya dikenal sebagai figur sentral Revolusi Islam 1979 yang mengakhiri monarki Pahlavi.
Meski Khameini menjadi arsitek ideologis revolusi, Khamenei berperan besar dalam membangun dan memperkuat jaringan militer serta paramiliter Iran. Struktur pertahanan itulah yang kemudian menjadi tulang punggung pengaruh Teheran, baik di dalam negeri maupun di kawasan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
